Lanjut ke konten

Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS)

 

Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS)

Di level manapun didalam organisasi pasti ada keputusan yang harus diambil. Keputusan yang baik selalu mengadalkan informasi yang akurat, tepat dan terkini. Tanpa Informasi tersebut pengambilan keputusan yang diambil hanya berdasarkan intuisi atau perasahaan. Sayangnya untuk mendapatkan informasi yang berkualitas tersebut tidak mudah. Disinilah terlihat jelas peran sebuah sistem yang mampu menghasilkan informasi pada sebuah organisasi. Kalau organisasinya sebuah rumah sakit, kita sebut saja sistem itu adalah Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS).

Solusi yang dijanjikan SIMRS

Banyak solusi yang dijanjikaan oleh SIMRS yang berbasis Tenologi Informasi, diantaranya ;

 Untuk Rumah Sakit :

–      Meningkatkan pelayanan diagnosis dan pengobatan.

–      Memberikan informasi yang presisi dan cepat untuk mengambil keputusan.

–      Meningkatkan efektifitas SDM dan menurunkan beban kerja.

Untuk Dokter :

–      Efisiensi manajemen utilisasi informasi klinikal

–      Tersedianya database untuk pendidikan dan penelitian

–      Membantu mengambil keputusan klinik

–      Meningkatkan proses medik melalui menurunan catatan  dan jam kerja.

–      Meningkatkan perbandingan nurse

Untuk Pasien :

–      Menurunkan waktu tunggu untuk diagnosis dan pengobatan (Registrasi, Pengobatan, Medication, Diagnosis & dll)

–      Meningkatkan kepercayaan pengobatan dan biaya yang ditimbulkan.

–      Pelayanan Klinikal yang lebih baik.

Masalah yang ditimbulkan SIMRS

Janji manis yang ditawarkan SIMRS ternyata banyak menimbulkan masalah. Masalahnya adalah kegagalan dalam membangun dan mengembangkan SIMRS itu sendiri. Dari pengamatan para konsultan IT yang bergerak di bidang SIMRS di Indonesia tidak kurang dari 7 Rumah Sakit baik Negeri maupun suwasta mengalami kegagalan dalam membangun dan mengembangkan SIMRS.

Selain itu ada juga beberapa Rumah Sakit melakukan Outsourcing  SIRS, akibatnya biaya yang ditimbulkan setiap bulan menjadi masalah (Rp.150 juta hingga Rp.200 Juta per bulan). Outsourcing SIMRS akan  menimbulkan ketergantungan yang besar, ini disebabkan didalam SIMRS terdapat proses bisnis. Berbeda dengan kegiatan yang tidak melibatkan proses bisnis, misalnya cleaning service atau satpam.

Pengalaman Pengembang & Faktor Pemeliharaan Aplikasi Mengurangi Kegagalan SIMRS

SIMRS bukan hanya sekedar teknologi informasi, didalamnya terdapat sub-sub sistem lain seperti Prosedur, SDM dan lain-lain. Pengalaman pegembang SIMRS sangat berperan dalam menentukan keberhasilan SIMRS. Hal ini karena Rumah Sakit adalah organisasi yang komplek. Setelah faktor pengembang ada faktor lain yaitu pemeliharaan aplikasi, pemeliharaan aplikasi berbeda dengan pemeliharaan hardware. Pemeliharaan aplikasi merupakan pengembangan yang tiada pernah henti. Kalau pemeliharaan ini diserahkan ke vendor maka akan membuat ketergantungan pada vendor, sudah tentu cost yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Karena itu rumah sakit harus memiliki SDM SIMRS sendiri yang terlatih dan memahami semua kegiatan yang ada di rumah sakit.

 

Daftar pustaka;

– proposal hospital information system     Pin.net 2007

– pengembangan sistem informasi                Basuki Suhardiman 2008

Pentingnya Standarisasi dan Sertifikasi Keahlian TI

Standarisasi di bidang TI memiliki pengertian sebagai persetujuan terhadap format,  prosedur dan antar muka (interface) yang mengizinkan perancang Hardware, Software, basis data, dan fasilitas telekomunikasi, untuk membuat produk-produk dan sistem yang mandiri atau independent satu terhadap lainnya dengan jaminan bahwa produk-produk tersebut akan saling kompatibel dengan produk atau sistem lain yang merujuk pada standar yang sama. Standar merupakan elemen tunggal yang paling penting dalam mencapai integrasi informasi perusahaan dan sumber daya komunikasi.

Sertifikasi di Bidang TI adalah cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknis. sertifikasi TI menunjukan bahwa para professional Teknologi Informasi tersebut memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dapat di buktikan. Sertifikasi di bidang TI juga memberikan keunggulan dalam daya saing bagi berusahaan, khususnya dalam pasar glogal karena kemampuan dan pengetahuan Profesional Teknologi Informasi dan Telekomunikasi telah di uji dan didokumentasikan.

Selain itu pengalaman mengikuti kegiatan sertifikasi dapat memberikan wawasan-wawasan baru yang  mungkin tidak pernah ditemui pada saat mengikuti pendidikan formal atau dalam pekerjaan sehari-hari. selain mampu memberikan jalan yang lebih mudah untuk menemukan pekerjaan di bidang TI, sertifikasi juga dapat membantu meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang telah bekerja.

Profesionalitas seorang praktisi TI paling tidak  harus memiliki 2 (dua) pengakuan, yakni :

1. Pengakuan secara akademis berupa gelar kesarjanaan.

2. Pengakuan dari dunia industri berupa pengakuan atas keahlian dan kemampuan (skill) yang dibuktikan dengan kepemilikan Sertifikasi.

Tujuan Sertifikasi adalah :

– Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi.

– Membentuk standar kerja TI yang tinggi.

– Pengembangan profesional yang berkesinambungan.

Fungsi dan Manfaat Sertifikasi bagi Profesional TI :

1. Sertifikasi ini merupakan pengakuan akan pengetahuan yang kaya (bermanfaat bagi promosi, gaji).

2. Perencanaan karir.

3. Profesional Development.

4. Meningkatkan International marketability. Indi sangat penting dalam kasus, ketika tenaga TI tersebut harus bekerja pada perusahaan multinasional.

Fungsi dan Manfaat Sertifikasi bagi masyarakat luas / Industri :

1. Memiliki staf yang up to date dan berkualitas tinggi.

2. Memperoleh citra perusahaan yang baik, keuntungan yang kompetitif, merupakan alat ukur yang obyektif terhadap kemampuan staf, kontraktor dan konsultan.

3. Secara langsung dan tidak langsung akan meningkatkan produktifitas secara mikro maupun makro.

Saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan besar Internasional yang bergerak di bidang TI mengeluarkan Sertifikat  (Perangkat Lunak & Perangkat Keras) antara lain adalah :

A. Sertifikasi Berorientasi Produk :

1. Microsoft (pengembang perangkat lunak)

– Microsoft Certified Profesional (MCP) :

Yaitu Sertifikasi Supporting Windows, beberapa paket dalam MPC antara lain :

– Microsoft Office Specialist (MOS) yaitu Sertifikasi untuk penggunaan Microsoft Office.

– Microsoft Certified System Administrator (MCSA), Sertifikasi Administrator Server Windows 2000 atau .Net (dot-Net)

– Microsoft Certified System Engineer (MCSE), Sertifikasi Administrator dan Perancangan Sistem berbasis Server Windows 2000 / .Net

– Microsoft Certified Application Developer (MCAD), Sertifikasi untuk Programmer & Systems Analyst berbasis Visual Studio 6 / .Net.

– Microsoft Certified Database Administrator (MCDBA), Sertifikasi untuk Administrator Microsoft SQL Database Server.

– Microsoft Certified Desktop Support Technician (MCDST), Sertifikasi untuk Technical & Customer Service Skills

– Microsoft Certified Trainer (MCT), Sertifikasi untuk kualifikasi intruktur pelatihan.

2. Oracle (pengembang database)

– Oracle Certified Associate (OCA)

– Oracle Certified Profesional (OCP)

– Oracle Certified Master (OCM)

3. Cisco (pengembang jaringan komputer)

– Cisco Certified Design Associate (CCDA), Sertifikasi untuk design jaringan LAN, WAN, dan Switched LAN Sederhana.

– Cisco Certified Network Associates (CCNA), Sertifikasi untuk pemasangan & konfigurasi peralatan jaringan dari Cisco.

– Cisco Certified Network Professional (CCNP), Sertifikasi lanjutan dari CCNA

– Cisco Certified Design Profesional (CCDP), Sertifikasi untuk Design jaringan kompleks dan multiprotokol untuk perusahaan.

– Cisco Certified Internetwork Professional (CCIP), Sertifikasi untuk melakukan perancangan, design, dan implementasi jaringan berskala besar.

– Cisco Certified Security Professional (CCSP), Sertifikasi untuk keamanan jaringan.

4. Novell (pengembang Sistem Operasi)

– Novell CLP (Certified Linux Professional)

– Novell CLE (Certified Linux Engineer)

– Suse CLP (Suse Certified Linux Professional)

-Master Certified Novell Engineer (MCNE)

B. Sertifikasi Berorientasi Profesi :

1. ICCP ( Institute for Certification of Computing Profesionals)

Yaitu merupakan badan sertifikasi profesi TI yang melakukan pengujian pada 19 bidang pekerjaan TI. Sertifikasinya antara lain adalah :

– Certified Data Processor (CDP), Sertifikasi untuk profesional bidang pemrosesan data.

– Certified Computer Programmer (CCP), Sertifikasi untuk profesional yang bekerja sebagai programmer.

– Certified Systems Professional (CSP), Sertifikasi untuk profesional yang bekerja pada bidang analis disain dan pengembang sistem berbasis komputer.

2. CompTIA (Computing Technology Industry Association)

Merupakan Asosiasi Industri Teknologi Komputer yang beranggotakan antara lain : Microsoft, Intel, IBM, Novell, Linux, HP, dan Cisco. Mengeluarkan sertifikasi internasional antara lain :

– A+ , Sertifikat PC Support

– Network+ , Sertifikat Teknik Jaringan.

– i-Net+ , Sertifikat Teknologi Internet.

– Server+ , Sertifikat Teknologi Server.

– Linux+ , Sertifikat Teknologi Linux.

– IT Project+ , Sertifikat Manajemen Proyek IT.

– e-Biz+ , Sertifikat e-commerce.

– Security+ , Sertifikat Keamanan Komputer

 

 

* Di rangkum dari beberapa sumber.

Insan IT Sumbang Darah :)

Donor Darah…

Setetes darah sangatlah berharga….

Sertifikat Ahli Pengadaan Nasional

Profesi / Bisnis TI Paling Prospektif

Di masa sekarang ini dimana semuanya dilaksanakan dengan cepat, mudah, efisien serta efektif. Semuanya itu diciptakan untuk memudahkan manusia dalam beraktifitas. Agar semua nya itu dapat dilakasanakan dengan cepat dan efisien diperlukanlah suatu sarana teknologi informasi yang handal.

 Informasi yang kita terima dengan cepat, dapat membantu kita untuk segera menentukan langkah-langkah antisipasi dengan cepat pula, sehingga bisnis atau pekerjaan yang kita lakukan tidak sempat mengalami kendala bahkan hingga pada kegagalan.

Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan di masyarakat, baik dalam penemuan-penemuan baru,  maupun manfaat-manfaat lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Dapat dilihat sekarang ini, dengan banyaknya ditemukan ide-ide baru yang diperoleh dari informasi, maka dengan adanya hal itu banyak orang beralih dalam berbisnis di dunia Teknologi Informasi.

Bisnis di bidang Teknologi Informasi dirasa cukup menjanjikan dan memiliki prospek yang baik di masa yang akan datang karena saat ini saja hampir seluruh kegiatan manusia menggunakan sarana teknologi informasi.

Namun tidak sedikit orang yang ingin terjun dalam bisnis di bidang teknologi informasi masih ragu dan binggung apa yang harus mereka tekuni dalam bisnis tersebut.

“INC”, salah satu media bisnis terkemuka di Amerika, belum lama ini merilis informasi penting bagi para pebisnis yang ingin mengetahui bisnis yang prospeknya paling menjanjikan hingga lebih dari 10 tahun mendatang. Bisnis yang menjanjikan tersebut adalah:

– Internet Bisnis, data processing dan jasa informasi lainnya

– Sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya

– Sofware

– Jasa ketenagakerjaan

– Konsultasi: management,science, dan teknis

– Home Health Care

– Jasa penasihat keuangan pribadi

– Jasa perawatan anak

– Seni, hiburan, dan rekreasi

– Film/video

Dari data tersebut, terlihat bisnis pada urutan satu sampai tiga adalah bisnis di bidang teknologi informasi yang paling menjanjikan hingga lebih dari 10 tahun mendatang.

1. Internet Bisnis, data processing dan jasa informasi lainnya

yaitu segala bentuk bisnis yang dilakukan di dunia maya, juga data processing dan jasa informasi lainnya seperti bisnis jasa pada file hosting, cloud computing, web design, dan lain sebagainya.

2. Sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya.

yaitu binis seperti pengembangan perangkat lunak, pengembangan sistem untuk perusahaan seperti ERP (Enterprise Resource Planning) dimana sistem seluruh kegiatan dalam suatu perusahaan dapat diintegrasikan.

3. Software (perangkat lunak)

Hampir sama halnya dengan sistem komputer, bisnis software ini sangat menjanjikan karena dengan semakin berkembang pesatnya dunia teknologi informasi maka dibutuhknannya perangkat lunak untuk membantu manusia dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari.

Dengan mengetahui peluang yang potensial tentang bisnis Tenknologi Informasi, sebenarnya menjadi suatu isyarat bagi kita yang ingin melangkah menjadi pebisnis, yaitu mulai dari  sekarang mempersiapkan diri membekali pengetahuan tentang teknologi informasi.

 

pustaka :

http://erabaru.net/iptek/90-komputer-a-internet/9722-10-bisnis-yang-paling-menjanjikan-di-masa-depan

PERAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN KESEHATAN GIZI SEIMBANG SESUAI DENGAN DIET PASIEN

                                                  TUGAS 3 KELOMPOK

BAHASA INDONESIA  2 #

 

PERAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN KESEHATAN GIZI SEIMBANG SESUAI DENGAN DIET PASIEN

NAMA    ANGGOTA          : HERMAN ZACHARIAS                    (1A111006)

: YULIA  FITRIANI                               (1A111177)

: JAHIRAH GEYS                                                (1A111065)

: M. SUBHAN                                        (1A111043)

: FREDDY                                             (1A111057)

: MELKI RAHMI                                    (18110064)

KELAS                                  : 3 KA 20

DOSEN                                 : TRI WAHYU RETNO NINGSIH, SS

UNIVERSITAS GUNADARMA

2012

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan dan Sasaran

Diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu. Jenis diet sangat dipengaruhi oleh latar belakang individu atau keyakinan yang dianut masyarakat tertentu. Walaupun manusia pada dasarnya adalah omnivora, namun suatu kelompok masyarakat biasanya memiliki preferensi atau pantangan terhadap beberapa jenis makanan.

Berbeda dalam penyebutan dibeberapa negara, dalam bahasa indonesia, kata “Diet” lebih sering ditunjukkan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu.

Dalam perkembangannya, diet dalam konteks upaya mengatur asupan nutrisi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

  • Menurunkan Berat (massa) badan misalnya bagi model atau aktris yang ingin menjaga penampilannya.
    • Meningkatkan Berat (massa) badan misalnya bagi olahragawan atau atlet binaraga yang ingin meningkatkan    massa otot.
    • Pantang terhadap makanan tertentu misalnya bagi penderita diabetes(rendah karbohidrat dan gula).

Gizi seimbang merupakan aneka ragam bahan pangan yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh, baik kualitas (fungsinya), maupun kuantitas (jumlahnya). Direktorat gizi Depkes pada tahun 1995 telah mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS).

Diet gizi seimbang adalah konsumsi makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil yang terdiri dari menu yang beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proprosi yang sesuai.

1.2 Hipotesa atau Masalah

Hipotesa atau masalah yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Asupan zat gizi seimbang pasien yang sesuai dengan pasien

2. Ketidasesuaian diet dengan konsumsi zat gizi seimbang pasien

3. Tingkat pengetahuan gizi seimbang yang sesuai dengan pasien

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kebiasaan makan dan kesesuaian diet pasien. Membantu pasien dalam membuat kebijakan untuk memberikan pengetahuan gizi yang seimbang.

 

1.3 Ruang Lingkup telaah

Perawat merupakan profesi yang unik, profesi yang menangani respon manusia dalam menghadapi masalah  kesehatan, dan secara esensial menyangkut kebutuhan dasar manusia.

Perawat  harus dapat mengkaji kapan suati data indikasi adanya masalah, dan perlakan seperti apa untuk mengatasi masalah kesehatannya dan memenuho kebutuhna dasarnya.

Keperawatan pada dasarnya adalah human science and human care; dan caring menyangkut upaya memperlakukan klien secara manusiawi dan utuh sebagai manusia yang berbeda dari manusia lainnya (Watson, 1985).

1.3.1 Peran Perawat Sebagai Pendidik

  1. Peran Edukator
    1. Pembelajaran yang merupakan dasar dari semua tahap kesehatan dan tingkat pencegahan.
    2. Perawat harus mampu mengajarkan tindakan peningkatan kesehatan,pencegahan penyakit,memberikan info yang tepat tentang kesehatan.
    3. Peran Pengamat Kesehatan

Mengkoordinir monitoring terhadap perubahan yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang menyangkut masalah kesehatan melalui kunjungan rumah,pertemuan, observasi, dan pengumpulan data.

  1. Peran Koordinator Pelayanan Kesehatan

Mengkoordinir seluruh kegiatan upaya pelayanan  kesehatan  masyarakat  dan puskesmas dalam mencapai tujuan  kesehatan  melalui kerjasama dengan tim kesehatan lain sehingga pelayanan  yang diberikan merupakan  kegiatan yang menyeluruh.

  1. Peran Koordinator

Perawat melakukan koordinasi terhadap semua pelayanan kesehatan yang diterima oleh keluarga dan bekerja sama dengan keluarga dalam perencanaan pelayanan keperawatan sebagai penghubung dengan institusi pelayanan kesehatan lainnya,supervise terhadap asuhan keperawatan yang dilaksanakan anggota tim.

  1. Peran Pembaru

Perawat dapat berperan sebagai inavator terhadap individu keluarga dan masyarakat dalam merubah perilaku dan pola hidup yang berkaitan  dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan.

  1. Peran Fasilitator

Perawat merupakan tempat bertanya bagi masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan,diharapkan perawat dapat memberikan solusi mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1      Riset Diet Rendah Garam

2.1.1  Pengertian

Yang dimaksud dengan garam dalam diet garam rendah adalah garam natrium seperti yang terdapat didalam garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO₃), bakin, natrium benzoat, dan vetsin (mono natrium glutamat).

Asupan makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan, sehingga tidak ada penetapan kebutuhan natrium sehari. WHO (1990) menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari (ekivalen dengan 2400 mg natrium).

Asupan natrium yang berlebihan, terutama dalam bentuk natrium klorida, dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh, sehingga menyebabkan edema atau asites dan atau hipertensi. Penyakit-penyakit tertentu seperti sirosis hati, penyakit ginjal tertentu, dekompensasio kordis, toksemia pada kehamilan dan hipertensi esensial dapat menyebabkan gejala edema atau asites dan atau hipertensi. Dalam keadaan demikian asupan garam natrium perlu dibatasi.

 

2.1.2  Tujuan diet

Tujuan diet garam rendah adalah membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada hipertensi.

2.1.3    Syarat Diet

Syarat-syarat diet garam rendah adalah :

  1. Cukup energi, protein, mineral, dan vitamin.
  2. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit.
  3. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan    atau hipertensi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENGOLAHAN DATA & ANALISIS

 

3.1  Metode Pengumpulan Data & Analisis

3.1.1 Macam diet dan indikasi pemberian

Diet garam rendah diberikan kepada pasien dengan edema atau asites dan atau hipertensi seperti yang terjadi pada penyakit dekompensasio kordis, sirosis hati, penyakit ginjal tertentu, toksemia pada kehamilan, dan hipertensi esensial. Diet ini mengandung cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat diberikan berbagai tingkat diet garam rendah, yakni :

  • Diet garam rendah I (200-400 mg Na)

Diet garam rendah I diberikan pada pasien dengan edema, asites dan atau hipertensi berat. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya.

  • Diet garam rendah II (600-800 mg Na)

Diet garam rendah II diberikan pada pasien dengan edema, asites dan atau hipertensi tidak terlalu berat. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya dengan diet garam rendah I.

  • Diet garam rendah III (1000-1iet 200 mg Na)

Diet garam rendah III diberikan pada pasien dengan edema dan atau hipertensi ringan. Pengelolaan makanan boleh menggunakan 4gr garam dapur.

  • Ukuran Rumah Tangga
Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 300 5 gls nasi
Daging 100 2 ptg sdg
Telur ayam 50 1 btr
Tempe 100 4 ptg sdg
Kacang hijau 25 2½ sdm
Sayuran 200 2 gls
Buah 200 2 ptg sdg pepaya
Minyak 25 2½ sdm
Gula pasir 25 2½ sdm
  • Nilai Gizi
Energi 2230 kkal
Protein 75 g
Lemak 53 g
Karbohidrat 365 g
Kalsium 500 mg
Besi 24 mg
Tiamin 1,2 mg
Vitamin C 87 mg
Natrium 305 mg

 

  • Pembagian Bahan Makanan Sehari

 

Beras 140 g = 2 gls nasi
Daging 50 g = 1 ptg sdg
Tempe 50 g = 2 ptg sdg
Sayuran 75 g = ¾ gls
Buah 100 g = 1 ptg sdg pepaya
minyak 10 g = 1 sdm

                PAGI                                                                                                       SIANG & SORE

Beras 70 g = 1 gls nasi
Telur 50 g = 1 btr
Sayuran 50 g = ½ gls
Minyak 5 g = ½ sdm
Gula pasir 10 g = 1 sdm

 

 

P

 

 

Pukul 10.00 WIB

Kacang hijau 25 g = 2½ sdm
Gula pasir 15 g = 1½ sdm
  • Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Bahan makanan

Dianjurkan

Tidak dianjurkan

Sumber karbohidrat Beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwe, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut di atas tanpa garam dapur dan soda seperti: makaroni, mi, bihun, roti, biskuit, kue kering. Roti, biskuit dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan/atau baking powder dan soda.
Sumber protein hewani telur maksimal 1 btr sehari Daging dan ikan maksimal 100 g sehari; telur maksimal 1 btr sehari. Otak, ginjal, lidah, sardin; daging, ikan, susu, dan telur yang diawet dengan garam dapur seperti daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, keju, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin, dan telur pindang.
Sumber protein nabati Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam dapur. Keju, kacang tanah dan semua kacang-kacangan dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur dan lain ikatan natrium.
Sayuran Semua sayuran segar; sayuran yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoat. Sayuran yang dimasak dan diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan, dan acar.
Buah-buahan Semua buah-buahan segar; buah yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoat. Buah-buahan yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti buah dalam kaleng.
Lemak Minyak goreng, margarin, dan mentega tanpa garam. Margarin dan mentega biasa.
Minuman Teh, kopi. Minuman ringan.
Bumbu Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan natrium. Garam dapur sesuai ketentuan untuk Diet Garam Rendah II dan III. Garam dapur untuk Diet Garam Rendah I, baking powder, soda kue, vetsin, dan bumbu-bumbu yang mengandung garam dapur seperti: kecap, terasi, maggi, sambal tomat, petis, dan tauco.
  • Contoh Menu Sehari
PAGI SIANG MALAM
Nasi Nasi Nasi
Telur dadar Ikan acar kuning Daging pesmol
Tumis kacang panjang Tahu bacam Keripik tempe
Sayur lodeh Cah sayuran
Pepaya Pisang

Pukul 10.00 WIB

Bubur kacang hijau

BAB IV

PENELITIAN

 

4.1 Hipotesa I – Diet Rendah Protein

4.1.1  Tujuan Diet Rendah Protein:

Diet rendah protein bagi penderita mempunyai tujuan sebagai berikut:

  • Memberikan makanan dalam jumlah cukup tanpa memberatkan kerja ginjal.
    • Menurunkan kadar ureum dan kreatinin dalam darah.
    • Mencegah/mengurangi penimbunan garam/air dalam tubuh.

4.1.2 Hal yang perlu diperhatikan dalam Diet Rendah Protein :

  • Asupan natrium dibatasi, terutama bila disertai hipertensi atau terjadi oedem, sulit/sedikit kencing (ikuti aturan diet rendah garam).
  • Kalori yang diberikan harus mencukupi agar protein dalam tubuh tidak dipakai sebagai sumber energi.

4.1.3  Makanan Yang harus dihindari dalam Diet Rendah Protein:

  • Makanan sumber protein nabati karena mempunyai mutu protein yang lebih rendah bila dibandingkan dengan protein hewani. Contoh: tahu, tempe, oncom, kacang-kacangan (kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kedele, dll).

4.1.4 Makanan yang harus dibatasi dalam Diet Rendah Protein

  • Sumber protein hewani seperti daging, ayam, telur, ikan, hati, dan lain-lain
  • Susu dan keju
  • Makanan atau kue yang dibuat dari bahan tersebut di atas.

4.1.5 Makanan yang diperbolehkan dalam Diet Rendah Protein:

  • Buah-buahan.
  • Sayur-sayuran.
  • Makanan tinggi kalori rendah protein seperti sirup ,madu, ubi-ubian, kue nagasari, hunkwe, dll.

4.1.6 Tips dalam Diet Rendah Protein:

  • Makanan lebih baik dibuat dalam bentuk kering.
  • Bila jumlah urin sehari kurang dari normal, maka perlu membatasi minum.

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2 Hipotesa II – Diet Hati

4.2.1 Pengertian Diet hati

Hati merupakan salah satu alat tubuh penting yang berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Sebagain besar hasil pencernaan setelah diabsorpsi, langsung dibawa ke hati untuk disimpan atau diubah menjadi bentuk lain dan diangkut kebagian tubuh yang membutuhkan.

   4.2.2 Tujuan Diet Hati

  • Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal tanpa meberatkan fungsi hati.
  • Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan mencegah kerusakan lebih lanjut atau meningkatkan fungsi jaringan hati.
  • Mencegah katabolisme protein.
  • Mencegah penurunaan berat badan atau meningkatkan berat badan.
  • Mencegah atau mengurangi asites, varises esofagus, dan hipertesi portal.
  • Mencegah koma hepatik.

    4.2.3 Syarat Diet Hati

  • Energi Tinggi untuk mencegah pemecahan protein.
  • Lemak cukup.
  • Protein agak tinggi.
  • Vitamin dan mineral.
  • Natrium diberikan rendah.
  • Cairan diberikan biasa.
  • Untuk makanan lemak.

BAB V

PENUTUP

  1. A.                   Kesimpulan
    1. Jenis makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien
    2. Variasi makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien
    3. Cita rasa makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien
  1. B.                   Saran
    1. Disarankan kepada staf  keperawatan Gizi agar dapat melakukan penyuluhan dihari pertama kepada pasien, untuk memenuhi nutrisi gizi yang seimbang.
    2. Cita rasa makanan yang bervariasi diharapakan dapat menambah selera makan pasien sehingga kebutuhan zat gizi yang seimbang sabagai bagian dari proses diet dapat terpenuhi.
    3. Sebelum menyusun menu diawali dengan konsultasi dengan dokter gizi terlebih dahulu

http://mohammadnabiels.wordpress.com/

http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011_01_01_archive.html

http://sangrelawan.blogspot.com/2010/05/asupan-makanan-pada-pasien-rawat-inap.html

Demikian hasil diskusi kelompok kami yang dapat kami paparkan mengenai “Peran Perawat Dalam Memberikan Kesehatan Gizi Seimbang Sesuai Dengan Diet Pasien’ yang menjadi pokok bahasan pada tugas ke -3 (tiga) Mata Kulaih Bahasa Indonesia #2

Tugas kelompok ini tentu masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena keterbatasan pengetahuan para penulis  dan kurang referensi yang ada hubungannya dengan tugas kelompok  yang kami buat.

Semoga apa yang telah kami sampaikan dalam tugas kelompok  Bahasa Indonesia,  bisa menjadi tambahan ilmu bagi yang terkait ataupun para pembaca lainnya, Terima Kasih.

Skenario Test

Pendahuluan

Latar belakang

Untuk menghasilkan suatu sistem aplikasi atau sistem software yang baik sesuai dengan kebutuhan user atau pengguna aplikasi sudah merupakan kewajiban para sistem developer. Sistem software dikatakan berkualitas apabila sesuai dengan harapan user, sesuai dengan bisnis proses, mempermudah kerja user dan memiliki sedikit bug bahkan tanpa bug sama sekali. Ini merupakan suatu tantangan untuk para software developer untuk menghasilkan software tersebut.

Testing (Pengujian Perangkat Lunak) adalah elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain, dan pengkodean.

Pentingnya pengujian perangkat lunak dan implikasinya yang mengacu pada kualitas perangkat lunak tidak dapat terlalu ditekan karena melibatkan sederetan aktivitas produksi di mana peluang terjadinya kesalahan manusia sangat besar dan arena ketidakmampuan manusia untuk melakukan dan berkomunikasi dengan sempurna maka pengembangan perangkat lunak diiringi dengan aktivitas jaminan kualitas.

Meningkatnya visibilitas (kemampuan) perangkat lunak sebagai suatu elemen sistem dan “biaya” yang muncul akibat kegagalan perangkat lunak, memotivasi dilakukannya perencanaan yang baik melalui pengujian yang teliti. Pada dasarnya, pengujian merupakan satu langkah dalam proses rekayasa perangkat lunak yang dapat dianggap sebagai hal yang merusak daripada membangun.

Sejumlah aturan yang berfungsi sebagai sasaran pengujian pada perangkat lunak adalah:

  1. Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan kesalahan.
  2. Test case yang baik adalah test case yang memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
  3. Pengujian yang sukses adalah pengujian yang mengungkap semua kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Sasaran utama desain test case adalah untuk mendapatkan serangkaian pengujian yang memiliki kemungkinan tertinggi di dalam pengungkapan kesalahan pada perangkat lunak. Untuk mencapai sasaran tersebut, digunakan 4 kategori yang berbeda dari tehnik desain test case: Pengujian white-box, pengujian black-box, Integrasi Bottom-Up dan Integrasi Top-Down.

 

Tujuan

Tujuan pembuatan dokumen test case antara lain:

  1. Memberikan panduan kepada tester untuk melakukan pengujian aplikasi
  2. Sebagai bahan masukan kepada tim pengembang aplikasi
  3. Menjadi dasar pengembangan bagi pengerjaan proyek selanjutnya
  4. Sebagai salah satu dokumen pendukung penyelesaian proyek IT

Keterangan Kode

Beberapa kode yang digunakan pada matrix skenario ini antara lain:

  • V (Valid)               :           menunjukkan bahwa komponen yang membentuk skenario

memiliki nilai yang benar atau valid, sehingga membuat sistem sukses

  • I (Invalid)              :           menunjukkan bahwa komponen yang membentuk skenario

memiliki nilai yang salah atau invalid, sehingga membuat sistem menjalankan skenario alternatifnya

  • NA (Not Access)  :           menunjukkan bahwa komponen yang membentuk skenario

tersebut tidak memiliki peranan atau tidak bisa diakses pada saat tertentu di dalam skenario itu sendiri

Test Case :

Dalam tugas kali ini kami akan mencoba melakukan pengujian / testing dengan menggunakan teknik test case berdasarkan skenario test dengan pengujian aplikasi yang sudah digunakan di sebuah Rumah Sakit.

1.      Use Case         :  User Login

Bacic path :

User berada pada halaman user login. User mengisikan nama serta password pada textfield dan password pada passwordfield kemudian menekan enter / klik ‘Login’. Sistem mencari user pada database user berdasarkan username dan password yang telah di input sebelumnya, jika benar kemudian sistem menampilkan halaman ‘Registrasi Pasien UGD’

Alternate Path :

Alternate path 1 :

Jika textfield username dan password dikosongkan, dan user langsung menekan ‘enter / tombol login’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

Alternate path 2 :

Jika textfield username diisi dan password dikosongkan, kemudian user menekan ‘enter / tombol login’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

Alternate path 3 :

Jika textfield username dikosongkan dan textfield password diisi, kemudian user menekan ‘enter / tombol login’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

Alternate path 4 :

Jika textfield username diisi dan password diisi dengan menggunakan huruf kapital, kemudian user menekan ‘enter / tombol login’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

Alternate path 5 :

Jika textfield username dan password diisi dengan benar namun textfield unit dipilih dengan unit lain yang bukan otoritas user, dan user menekan ‘enter / tombol login’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

login

User-ID field

Password

field

Unit

Field

Tombol Login

Hasil

STC-1.1 Login sukses

V

V

V

V

V

Halaman Registrasi Pasien
STC-1.2 Login gagal, 2 textfield kosong

V

I

I

V

V

Pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’
STC-1.3 Login gagal, username field kosong

V

I

V

V

V

Pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’
STC-1.4 Login gagal, password field kosong

V

V

I

V

V

Pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’
STC-1.5 Login gagal, password dengan huruf  kapital

V

V

V

V

V

Pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’
STC-1.6 Login gagal, unit tidak sesuai hak user

V

V

V

I

V

Pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

 
2.      Use Case : Menu Search

2.1              Mencari Nama Pasien

Basic path :

User berada di halaman pencarian pasien yang sudah di entry, dan mencari nama pasien pada textfield ‘Nama Pasien. Sistem akan menampilkan nama pasien yang dicari.

Alternate path :

Jika user mengisikan nama pasien dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield ‘nama pasien’. Sistem masih bisa menampilkan nama pasien.

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

No.RM field

N.Pasien

field

Alamat

Field

Tombol Login

Hasil

STC2.1 Mencari nama pasien

V

V

V

Nama pasien ditampilkan
STC2.2 Nama diberi spasi

V

V

V

Nama pasien ditampilkan

 

2.2              Mencari No.RM Pasien

Basic path :

User berada di halaman pencarian pasien yang sudah di entry, dan mencari No.RM pasien pada textfield ‘No.RM. Sistem akan menampilkan No.RM pasien yang dicari.

Alternate path :

Jika user mengisikan No.RM dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield . Sistem akan menampilkan pesan ‘No Data to Display’.

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

No.RM field

N.Pasien

field

Alamat

Field

Tombol Login

Hasil

STC2.2.1

Mencari No.RM

V

V

V

No.RM pasien ditampilkan

STC2.3.2

No.RM diberi spasi

V

V

V

Pesan ‘No data to Display’

2.3              Mencari Nama Keluarga

Basic path :

User berada di halaman pencarian pasien yang sudah di entry, dan mencari nama keluarga pasien pada textfield ‘Nama Keluarga. Sistem akan menampilkan nama keluarga pasien yang dicari.

Alternate path :

Jika user mengisikan nama keluarga pasien dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield ‘nama keluarga’. Sistem masih bisa menampilkan nama keluarga.

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

No.RM field

N.Pasien

field

Keluarga

Field

Tombol Login

Hasil

STC2.3.1

Mencari nama keluarga

V

V

V

Nama keluarga ditampilkan

STC2.3.2

Nama keluargadiberi spasi

V

V

V

Nama keluarga ditampilkan

 

2.4              Mencari Alamat Pasien

Basic path :

User berada di halaman pencarian pasien yang sudah di entry, dan mencari alamat pasien pada textfield ‘Alamat’. Sistem akan menampilkan nama pasien berdasarkan alamat yang dicari.

Alternate path :

Jika user mengisikan alamat pasien dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield ‘nama pasien’. Sistem masih bisa menampilkan nama pasien berdasarkan alamat.

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

No.RM field

N.Pasien

field

Alamat

Field

Tombol Login

Hasil

STC2.4.1

Mencari  pasien berdasarkan alamat

V

V

V

Nama pasien berdasarkan alamat ditampilkan

STC2.4.2

Alamat  diberi spasi

V

V

Nama pasien berdasarkan alamat ditampilkan

 

2.5              Mencari Pasien berdasarkan tanggal lahir

Basic path :

User berada di halaman pencarian pasien yang sudah di entry, dan mencari pasien pada datefield ‘tgl lahir’ dengan mencentangnya dan mengisikan tanggal lahir pasien yang dicari. Sistem akan menampilkan data pasien yang dicari berdasarkan tanggal lahirnya.

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

No.RM field

N.Pasien

field

Tgl.lahir

Field

Tombol Login

Hasil

STC2.5.1

Mencari  pasien berdasarkan alamat

V

V

V

Nama pasien berdasarkan alamat ditampilka

 

2.6              Pencarian Tipe Pasien

Basic path :

User berada di halaman pencarian tipe pasien yang sudah di entry, dan mencari tipe pasien pada textfield ‘Search’. Dengan menekan tombol ‘Go’, maka Sistem akan menampilkan seluruh  tipe pasien yang sudah diisi.

Alternate path :

Alternate path 1

Jika user mengisikan tipe pasien pada kolom textfield ‘search’. Sistem menampilkan tipe pasien yang dimaksud.

Alternate path 2

Jika user mengisikan tipe pasien dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield ‘search’. Sistem masih bisa menampilkan tipe pasien yang dimaksud.

Alternate path 3

Jika user mengisikan kode tipe pasien pada kolom textfield ‘search’. Sistem menampilkan tipe pasien yang dimaksud.

Alternate path 4

Jika user mengisikan kode tipe pasien dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield ‘search’. Sistem masih bisa menampilkan tipe pasien yang dimaksud berdasarkan kode tipe pasien

Alternate path 5

Jika user memilih tombol ‘Choose’. Maka sistem tidak menampilkan data tipe pasien.

Alternate path 6

Jika user memilih tombol ‘Cancel’. Maka sistem akan menuntup halaman pencarian tipe pasien dan akan menampilkan pesan ‘Pencarian dibatalkan’

Alternate path 7

Jika user mengisikan textfield search dengan keyword sembarang, maka sistem akan menampilkan pesan ‘No data to Display’.

 

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

Search field

Tombol

Go

Tombol

Cancel

Hasil

STC2.6.1 Mencari Tipe Pasien

V

V

Tipe pasien ditampilkan
STC2.6.2 Mencari Tipe pasien

V

V

V

Tipe pasien ditampilkan
STC-2.6.3 Mencari Tipe Pasien diberi spasi

V

V

V

Tipe pasien ditampilkan
STC2.6.4 Mencari Kode Tipe Pasien

V

V

V

Tipe pasien ditampilkan
STC2.6.5 Mencari Kode Tipe Pasien diberi spasi

V

V

V

Tipe pasien ditampilkan
STC-2.6.6 Pilih tombol ‘Cancel’

V

V

Pesan ‘Pencarian Dibatalkan’
STC-2.6.7 Mencari Tipe Pasien sembarang

V

V

V

Pesan ‘No data to display’

 

3.      Use Case : Registrasi pasien

Basic path :

User berada di halaman utama registrasi pasien. User mengisi textfield ‘No.RM / F2’ dengan Nomor RM yang dimaksud, maka sistem akan mencari nomor RM tersebut dan bila ada sistem akan menampilkan data pasien pada halaman search. User menekan tombol ‘F2’ pada keyboard. Maka Sistem akan menampilkan halaman ‘Search’ untuk mencari data .

Alternate path :

Alternate path 1

Jika user menekan tombol ‘F2’ pada keyboard. Maka Sistem akan menampilkan halaman ‘Search’ untuk pencarian data pasien.

Alternate path 2

Jika user mengisikan nomor RM yang tidak ada pada database atau mengisikan sembarang character, maka sistem akan menampilkan halaman ‘search’ dan akan tampil pesan ‘No data to Display’.

Alternate path 3

Jika user meng-klik ‘Pasien Baru / Ctrl-N’ maka akan tampil pesan ‘ Apakah anda ingin memasukan pasien baru?

 Alternate path 4

Jika user meng-klik ‘Edit Pasien / Ctrl+E’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Pasien belum dipilih’

Alternate path 5

Jika user meng-klik tombol ‘Save / Ctrl+S’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Pasien belum dipilih’

Alternate path 6

Jika user meng-klik tombol ‘Save & Print / Ctrl+R’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Pasien belum dipilih’

Alternate path 7

Jika user meng-klik tombol ‘Tutup Window / Esc’ maka sistem akan menutup halaman Registrasi pasien.

 

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Reg.

No.Rm

Field

Pasien Baru

Edit

Pasien

Save

Save &

Print

Tutup

Window

Hasil

STC3.1

Registrasi Pasien lama

V

V

Data pasien ditampilkan

STC3.2

Tombol F2 dipilih

V

Halaman ‘Search’ tampil

STC-3.3

Registrasi dengan sembarang

V

V

Pesan ‘No data to Display’

STC3.4

Pilih ‘Pasien Baru / Ctrl+N’

V

V

Pesan ‘Apakah anda ingin memasukan pasien baru?’

STC3.5

Pilih ‘Edit Pasien / Ctrl+E’

V

V

Pesan ‘Pasien belum dipilih’

STC-3.6

Pilih ‘Save / Ctrl+S’

V

V

Pesan ‘Pasien belum dipilih’

STC-3.7

Pilih ‘Save & Print / Ctrl+R

V

V

Pesan ‘Pasien belum dipilih’

STC-3.8

Pilih ‘Tutup Window / Esc’

V

V

Halaman Registrasi ditutup

 

Penutup

Testing menggunakan metode pengujian Black box adalah salah satu cara untuk mengetest sejauh mana sistem dapat digunakan dengan baik sesuai dengan yang telah di rencanakan dan di disain sebelumnya. Tahap testing juga diharapkan dapat memberikan panduan kepada tester (penguji) untuk melakukan pengujian aplikasi agar bugs dan errors dapat ditemukan dan diminimalisasi, sebagai bahan masukan dan evaluasi, salah satu dokumen pendukung dalam proyek IT, dan sebagai dasar untuk pengembangan selanjutnya.

 

Daftar Pustaka :

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=skenario%20test&source=web&cd=2&ved=0CCYQFjAB&url=http%3A%2F%2Fo-nick.googlecode.com%2Ffiles%2FKelompok_3_ONick_Test_Case%2520dan%2520Screenshot%2520JUnit.docx&ei=DfWOT6icJpHPrQeW2dy4CQ&usg=AFQjCNHroxFQsxePM0rO2XLKJUcfdwyVbw&cad=rja

http://www.gangsir.com%2Fdownload%2F8-Langkah-langkahPengujiandanEvaluasiPirantiLunak.pdf&ei=HZqLT_qILITmrAe7ttXWCw&usg=AFQjCNFsABAqzK73f3Otgr8yXtnNwl9NCA&cad=rj

 

 

Teknologi Wireless

           

Pendahuluan

Teknologi jaringan saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, berbagai teknologi diciptakan untuk membantu manusia dalam berkomunikasi. Kalau pada era tahun 80-an teknologi jaringan komputer masih mengandalkan pada jaringan kabel, saat ini basis jaringan tersebut sudah banyak ditinggalkan karena keterbatasannya, seperti besarnya biaya yang harus di keluarkan oleh organisasi jika menggunakan teknologi ini (wired network), selain itu teknologi ini juga tidak flexibel karena sangat tergantung pada kabel.

Pada intinya jaringan wireless ini memiliki prinsip dasar sama dengan jaringan konvensional yang menggunakan kabel bedanya terletak pada media pengantar datanya. Jika pada jaringan konvensional menggunakan kabel sebagai media pengantar data antar komputer, pada Jaringan Wireless proses penyampaian data dilakukan melalui udara dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik.

Sehubungan dengan luas nya dunia pengetahuan mengenai teknologi jaringan ini, maka penulis hanya membahas pada teknologi wireless yang digunakan pada tipe Wireless Local Area Network (WLAN).

 

Definisi

Wireless atau wireless network merupakan sekumpulan perangkat elektronik  yang saling terhubung antara satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah jaringan komunikasi data dengan menggunakan media udara/gelombang sebagai jalur lintas datanya. Jika LAN masih menggunakan kabel sebagai media lintas data, sedangkan wireless menggunakan media gelombang radio/udara. Penerapan dari aplikasi wireless network ini antara lain adalah jaringan nirkabel diperusahaan, atau mobile communication seperti handphone, dan HT.

Macam-macam type dari teknologi wireless antara lain :

  1. 1.    Wireless Personal Area Network (WPAN), mewakili teknologi personal area network wireless seperti :

–          Radio Frequensi (RF) Teknologi yang sudah lama digunakan namun, pasti kita tidak begitu sadar itu merupakan salah satu Wireless, dan RF ini merupakan perintis dari teknologi Wireless yang ada saat ini.

–          Infra Red  (IR). yaitu Sinar Infra Merah yang sebelum dipakai pada ponsel sebagai alat transmisi data, teknologi ini digunakan dalam Remote TV atau berbagai Remote lain-nya.

–          Bluetooth Teknologi BlueTooth ini merupakan modifikasi dari Frekuensi Radio, berbeda dengan Infra Red yang menggunakan medium cahaya. BlueTooth ini merupakan teknologi wireless standard pada ponsel yang berfungsi untuk pertukaran data dari jarak dekat menggunakan frekuensi radio sebesar 2,4Ghz.

  1. 2.    Wireless Wide Area Network (WWAN), WWAN meliputi teknologi dengan daerah jangkauan luas seperti selular 2G, 3G, 4G, Cellular Digital Packet Data (CDPD), Global System for Mobile Communications (GSM), dan CDMA.

Kemunculan Teknologi Wireless ini dimulai dari peralatan handheld yang mempunyai kegunaan yang terbatas karena ukurannya dan kebutuhan daya. Tapi, teknologi berkembang, dan peralatan handheld menjadi lebih kaya akan fitur dan mudah dibawa. Telepon mobil (Handphone),  telah meningkat kegunaannya yang sekarang memungkinkannya berfungsi sebagai PDA selain telepon. Smart phone adalah gabungan teknologi telepon mobil dan PDA yang menyediakan layanan suara normal dan email, penulisan pesan teks, paging, akses web dan pengenalan suara. Generasi berikutnya dari telepon mobil, menggabungkan kemampuan PDA, IR, Internet wireless, email dan global positioning system (GPS).

Pembuat juga menggabungkan standar, dengan tujuan untuk menyediakan peralatan yang mampu mengirimkan banyak layanan. Perkembangan lain yang akan segera tersedia padalah sistem global untuk teknologi yang berdasar komunikasi bergerak (berdasar GSM) seperti General Packet Radio Service (GPRS), Local Multipoint Distribution Service (LMDS), Enhanced Data GSM Environment (EDGE), dan Universal Mobile Telecommunications Service (UMTS).

  1. 3.    Wireless Local Area Network (WLAN), WLAN, mewakili local area network wireless, termasuk diantaranya adalah 802.11, HiperLAN, dan beberapa lainnya.

 

IEEE 802.11

IEEE 802.11 adalah standar yang diberikan IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) untuk penggunaan jaringan wireless (Wireless Local Area Networks – WLAN)

Terdapat tiga varian terhadap standard atau protocol tersebut yaitu:

  1. 1.    802.11a

Standar 802.11a digunakan untuk mendefiniskan jaringan wireless yang menggunakan frekuensi 5 GHz. Kecepatan jaringan ini lebih cepat dari standar standar 802.11b pada kecepatan transfer sampai 54 Mbps.

Untuk menggunakan standar 802.11a, perangkat-perangkat komputer (devices) hanya memerlukan dukungan kecepatan komunikasi 6 Mbps, 12 Mbps, dan 24 Mbps. Standar 802.11a juga mengoperasikan channel/ saluran 4 (empat) kali lebih banyak dari yang dapat dilakukan oleh standar 802.11 dan 802.11b. Walaupun standar 802.11a memiliki kesamaan dengan standar 802.11b pada lapisan Media Access Control (MAC), ternyata tetap tidak kompatibel dengan standar 802.11 atau 802.11b karena pada standar 802.11a menggunakan frekuensi radio 5 GHz sementara pada standar 802.11b menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Walaupun standar 802.11a tidak kompatibel dengan standar 802.11b, beberapa vendor/ perusahaan pembuat perangkat Access Point berupaya menyiasati ini dengan membuat semacam jembatan (bridge) yang dapat menghubungkan antara standar 802.11a dan 802.11b pada perangkat access point buatan mereka. Access point tersebut di buat sedemikian rupa sehingga dapat di gunakan pada 2 (dua) jenis standar yaitu pada standar 802.11a dan standar 802.11b tanpa saling mempengaruhi satu sama lain.

Standar 802.11a merupakan pilihan yang amat mahal ketika di implementasikan. Hal ini disebabkan karena standar ini memerlukan lebih banyak Access point untuk mencapai kecepatan komunikasi yang tertinggi. Penyebabnya adalah karena pada kenyataannya bahwa gelombang frekuensi 5 GHz memiliki kelemahan pada jangkauan.

  1. 2.    Standar 802.11b

Standar 802.11b merupakan standar yang paling banyak digunakan di kelas standar 802.11. Standar ini merupakan pengembangan dari standar 802.11 untuk lapisan fisik dengan kecepatan tinggi. 802.11b digunakan untuk mendefinisikan jaringan wireless direct-sequence spread spectrum (DSSS) yang menggunakan gelombang frekuensi indusrial, scientific, medicine (ISM) 2,4 GHz dan berkomunikasi pada kecepatan hingga 11 Mbps. Ini lebih cepat daripada kecepatan 1 Mbps atau 2 Mbps yang ditawarkan oleh standar 802.11a. Standar 802.11b juga kompatibel dengan semua perangkat DSSS yang beroperasi pada standar 802.11.

Standar ini menyediakan metode untuk perangkat-perangkat tersebut untuk mencari (discover), asosiasi, dan autentikasi satu sama lain. Standari ini juga menyediakan metode untuk menangani tabrakan (collision) dan fragmentasi dan memungkinkan metode enkripsi melalui protokol WEP (wired equivalent protocol).

  1. 3.    Standar 802.11g

Standar 802.11g pada dasarnya mirip dengan standar 802.11a yaitu menyediakan jalur komunikasi kecepatan tinggi hingga 54 Mbps. Namun, frekuensi yang digunakan pada standar ini sama dengan frekuensi yang digunakan standar 802.11b yaitu frekuensi gelombang 2,4 GHz dan juga dapat kompatibel dengan standar 802.11b. Hal ini tidak dimiliki oleh standar 802.11a. Seperti standar 802.11.a, perangkat-perangkat pada standar 802.11g menggunakan modulasi OFDM untuk memperoleh kecepatan transfer data berkecepatan tinggi. Tidak seperti perangkat-perangkat pada standar 802.11a, perangkat-perangkat pada standar 802.11g dapat secara otomatis berganti ke quadrature phase shift keying (QPSK) untuk berkomunikasi dengan perangkat-perangkat pada jaringan wireless yang menggunakan standar 802.11b.

Dibandingkan dengan 802.11a, ternyata 802.11g memiliki kelebihan dalam hal kompatibilitas dengan jaringan standar 802.11b. Namun masalah yang mungkin muncul ketika perangkat-perangkat standar 802.11g yang mencoba berpindah ke jaringan 802.11b atau bahkan sebaliknya adalah masalah interferensi yang di akibatkan oleh penggunaan frekuensi 2,4 GHz. Karena seperti dijelaskan di awal bahwa frekuensi 2,4 GHz merupakan frekuensi yang paling banyak digunakan oleh perangkat-perangkat berbasis wireless lainnya.

 

  1. 4.    Standart 802.11n

IEEE 802.11n didasarkan pada standar 802,11 sebelumnya dengan menambahkan multiple-input multiple-output (MIMO) dan 40 MHz ke lapisan saluran fisik (PHY), dan frame agregasi ke MAC layer. MIMO adalah teknologi yang menggunakan beberapa antena untuk menyelesaikan informasi lebih lanjut secara koheren dari pada menggunakan satu antena. Dua manfaat penting MIMO adalah menyediakan keragaman antenna dan spasial multiplexing untuk 802.11n.

Kemampuan lain teknologi MIMO adalah menyediakan Spatial Division Multiplexing (SDM). SDM secara spasial multiplexes beberapa stream data independen, ditransfer secara serentak dalam satu saluran spektral bandwidth. MIMO. SDM dapat meningkatkan throughput data seperti jumlah dari pemecahan stream data spatial yang ditingkatkan. Setiap aliran spasial membutuhkan antena yang terpisah baik pada pemancar dan penerima. Di samping itu, teknologi MIMO memerlukan rantai frekuensi radio yang terpisah dan analog-ke-digital converter untuk masing-masing antena MIMO yang merubah biaya pelaksanaan menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan sistem non-MIMO.

Saluran 40 MHz adalah fitur lain yang dimasukkan ke dalam 802.11n yang menggandakan lebar saluran dari 20 MHz di 802.11 PHY sebelumnya untuk mengirimkan data. Hal ini memungkinkan untuk penggandaan kecepatan data PHY melebihi satu saluran 20 MHz. Hal ini dapat diaktifkan di 5 GHz mode, atau dalam 2,4 GHz jika ada pengetahuan yang tidak akan mengganggu beberapa 802.11 lainnya atau sistem non-802.11 (seperti Bluetooth) menggunakan frekuensi yang sama.

Arsitektur coupling MIMO dengan saluran bandwidth yang lebih luas menawarkan peningkatan fisik transfer rate melebihi 802.11a (5 GHz) dan 802.11g (2,4 GHz).

 

 Tabel 1. Perbandingan standar jaringan 802.11

 

Diagram skematik dari dua aplikasi pada wireless LAN dapat diperhatikan pada gambar di bawah ini :

 

 

Dari gambar dapat kita  amati ilustrasi dari dua aplikasi wireless LAN.

  1. Infrastructure wireless LAN

Pada aplikasi ini, untuk mengakses suatu server adalah dengan menghubungkannya ke suatu wired LAN , di mana suatu intermediate device yang dikenal sebagai Portable Access unit (PAU) digunakan.  Typical-nya daerah cakupan PAU berkisar antara 50 hingga 100 m.

  1. Ad hoc wireless LAN

Pada Ad hoc wireless LAN suatu kumpulan komputer portabel berkomunikasi satu dengan yang lainnya untuk membentuk self-contained LAN. Pada jaringan ini, komunikasi antara satu perangkat komputer satu dengan yang lain dilakukan secara spontan/ langsung tanpa melalui konfigurasi tertentu selama sinyal dari Access Point dapat di terima dengan baik oleh perangkat-perangkat komputer di dalam jaringan ini.

 

Jenis-jenis Perangkat keras (Hardware) Wireless :

Wireless LAN (Wireless Local Area Network) pada dasarnya sama dengan jaringan Local Area Network yang biasa kita jumpai. Hanya saja, untuk menghubungkan antara node device antar client menggunakan media wireless, channel frekuensi serta SSID (Service Set Identifier) yang unik untuk menunjukkan identitas dari wireless device. Komponen pada WLAN Untuk bisa mengembangkan sebuah mode WLAN, setidaknya diperlukan empat komponen utama yang harus disediakan, yaitu :

  1. Access Point, Access Point akan menjadi sentral komunikasi antara PC ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringan yang dikembangkan milik sebuah korporasi pribadi. Access Point ini berfungsi sebagai konverter sinyal radio yang dikirimkan menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui perangkat WLAN lainnya untuk kemudian akan dikonversikan kembali menjadi sinyal radio oleh receiver.
  2. Wireless LAN Interface, Alat ini biasanya merupakan alat tambahan yang dipasangkan pada PC atau Laptop. Namun pada beberapa produk laptop tertentu, interface ini biasanya sudah dipasangkan (build in) pada saat pembeliannya. Namun interface ini pula bisa diperjual belikan secara bebas dipasaran dengan harga yang beragam. Disebut juga sebagai Wireless LAN Adaptor USB.
  3. Mobile/Desktop PC, Perangkat akses untuk pengguna (user) yang harus sudah terpasang media Wireless LAN interface baik dalam bentuk PCI maupun USB.
  4. 4.    Antena External, digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena ini bisa dirakit sendiri oleh client (user), misal : antena kaleng.

 

Perangkat lunak (software) yang lazim dan biasa digunakan untuk mengetahui/mencari sinyal/gelombang wifi  selain yang ada dari driver perangkat keras itu sendiri yang telah terpasang pada sistem operasi antara lain adalah :

AP Locator, InSSIDer, NetStumbler,  Airsnort, Easy Wifi Radar, MhotSpot, Advanced Hot Scanner, dan lain sebagainya.

 

Keuntungan & Kekurangan  dari ”Wireless Fidelity (Wi-Fi)

Keuntungan Wireless (Wi-Fi) :

  1. Pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarak jangkauan dari satu titik pemancar WIFI.
  2. Jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100 feet atau 30M radius. Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang mampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional). Bahkan hardware terbaru, terdapat perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.
  3. Perangkat wireless untuk teknologi wireless Wi-Fi ini sudah umum digunakan dan harganya sudah menjadi relatif murah.
  4. Sebagian besar notebook tipe terbaru sudah dilengkapi dengan perangkat network wireless dengan teknologi Wi-Fi ini.
  5. Area jangkauan yang lebih fleksible dikarenakan tidak dibatasi oleh jaringan distribusi seperti bila menggunakan kabel UTP maupun fiber optic. Secara teoritis dengan daya pancar 100mW sudah dapat menjangkau area (berbentuk lingkaran) 1 – 2 km didukung dengan tinggi tower yang memadai.
  6. Memungkinkan Local Area Network untuk di pasang tanpa kabel, hal ini juga sekaligus akan mampu mengurangi biaya untuk pemasangan dan perluasan jaringan. Selain itu juga Wi-Fi dapat dipasang di area yang tidak dapat di akses oleh kabel, seperti area outdoor.
  7. Wi-Fi merupakan pilihan jaringan yang sangat ekonomis karena harga paket ship Wi-Fi yang terus menurun.
  8. Produk Wi-Fi tersedia secara luas di pasaran.
  9. Wi-Fi adalah kumpulan standard global di mana klien Wi-Fi yang sama dapat bekerja di negara-negara yang berbeda di seluruh dunia.
  10. Protocol baru untuk kualitas pelayanan dan mekanisme untuk penghematan tenaga membuat Wi-Fi sangat cocok untuk alat yang bentuknya sangat kecil dan aplikasi yang latency-sensitif (contohnya : suara dan video).
  11. Network ini di design untuk punya symetric up and down speed.

 

Kekurangan Wireless (Wi-Fi) :

Jaringan Wi-Fi bukanlah produk yang tidak memiliki kelemahan. Paparan kelemahan disini adalah bila dibandingkan dengan jaringan kabel. Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada konfigurasi dan pada jenis enkripsi yang digunakan. Contoh penyebab kelemahan pada konfigurasi adalah karena terlalu mudahnya membangun sebuah jaringan wireless. Karena Wi-Fi menggunakan teknologi tanpa kabel, maka pancarannya dapat diterima oleh setiap individu yang berada di dalam lingkungan penerimaan. Jika AP tidak dipasang dengan sempurna, ia akan menjadi ancaman untuk sistem komputer yang berada di dalam jaringan tersebut. Walaupun kecepatan Wi-Fi adalah 11Mbps, ia jarang bisa sampai ke tahap tersebut disebabkan oleh gangguan gelombang radio di kawasan sekitarnya.
Intinya, kelemahan Wi-Fi adalah :

  1. Untuk menggunakan WiFi kita harus ada di area yang dijangkau oleh WiFi atau istilahnya ‘hotspot’.
  2. Area jangkauan WiFi masih kecil, sinyalnya kurang bisa menembus tembok.
  3. Access Point lebih mudah disusupi virus.
  4. Pertukaran data gampang disadap.
  5. Penggunaan baterai relative lebih tinggi apabila dibandingkan dengan penggunaan standar, sehingga menyebabkan baterai cepat lemah atau habis (mempersingkat daya tahan baterai) dan menyebabkan panas.
  6. Bentuk Wireless enkripsi standar yang paling terkemuka. Wired Equivalent Privacy atau di persingkat WEP, telah menunjukkan fakta bahwa ia dapat di hancurkan (dikacaukan sinyal atau frekuensinya) meskipun telah di konfirmasikan secara benar.
  7. Jaringan Wi-Fi bisa di monitor dan di gunakan untuk membaca dan menduplikasikan data (termasuk di dalamnya data-data pribadi) yang disalurkan melalui jaringan ketika tidak ada akses tertutup, seperti VPN. Jika tembok batas akses Wi-Fi tidak terproteksi secara kuat untuk sebatas pada pemakai intern, maka network Wi-Fi bisa di akses bebas ber-internet.

 

Kesimpulan dan penutup

Penggunaan teknologi jaringan berbasis wireless merupakan pilihan yang tepat saat ini. Hal ini disebabkan mulai bergesernya perilaku perusahaan dalam menjalankan bisnis mereka. Dengan portabilitas dan kompatibiltas yang di tawarkan oleh teknologi wireless tentunya merupakan pilihan yang sangat menarik. Namun di balik itu harus di pertimbangkan juga teknologi wireless apa yang tepat untuk di terapkan di perusahaan sehingga dapat benar-benar membantu bisnis perusahaan tersebut. Hal ini dapat di lihat dari perbedaan dari masing-masing standar wireless yang tersedia saat ini (802.11, 802.11a, 802.11b, 802.11g). Dilihat dari sisi keamanan, tentunya 802.11b sedikit lebih baik karena dapat menerapkan metode enkripsi dengan menggunakan protokol WEP di dalam jaringan tersebut. Kalau dilihat dari sisi tidak adanya gangguan/ noise tentunya teknologi 802.11a lebih unggul karena standar ini hanya menggunakan frekuensi 5 GHz dimana frekuensi ini tidak banyak digunakan oleh perangkat-perangkat berbasis wirelees lainnya. Sehingga untuk mengatasi masalah-masalah tersebut diatas , maka standar 802.11g muncul untuk menjembatani kelemahan pada standar 802.11a dan 802.11b.

 

 

 

Daftar Pustaka :

–            http://p3m.amikom.ac.id/p3m/60%20-

–            20TEKNOLOGI%20JARINGAN%20TANPA%20KABEL%20_WIRELESS_.pdf

–            http://www.scribd.com/doc/44625205/Jaringan-Wireless-Adalah-Jaringan-Tanpa-Kabel

–            http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/Ponsel.pdf

–            http://jemeinulle.blogspot.com/2010/11/pengertian-jaringan-wireless-dan.html

–            www.freewebs.com/siskapipin/WIRELESS%20LAN.doc

–            http://blog.ub.ac.id/fauziahmayasari/files/2011/11/TUGAS5_JARKOM-0910680015.pdf

–            http://auliaakbar90.blogspot.com/2010/12/sejarah-dan-kegunaan-teknologi-wireless.html

–            http://te.ugm.ac.id/~risanuri/siskom/IEEE%20802_11n.pdf

Prediksi Penggunaan Komputer di Masa Depan Pada Empat Bidang Kegiatan Serta Dampaknya Terhadap Tenaga Kerja

Tanpa kita sadari, komputer telah menjadi suatu kebutuhan dan memiliki peranan yang sangat penting di masyarakat. Hal ini berlaku di negara-negara yang sudah maju maupun di negara-negara yang sedang berkembang. Sebagai salah satu penemuan manusia, teknologi komputer sama halnya dengan penemuan manusia lainnya seperti alat transportasi, militer, peralatan rumah tangga, dan lain sebagainya. Mereka berkembang bersama-sama diciptakan adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Yang membedakannya adalah komputer memiliki kemampuannya untuk dapat diprogram guna melaksanakan berbagai macam tugas secara menakjubkan dengan kecepatan dan ketelitian yang tinggi. Selain itu yang hal lain yang membedakannya adalah kecepatan perkembangan teknologinya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini para ahli fisika, elektronika dan komputer dapat mengembangkan microprocessor yang berkemampuan besar. Pengolah semacam itu digunakan sebagai bagian pengendali dari produk teknologi lain seperti peluru kendali, kendaraan bermotor, pesawat udara, kamera, komputer pribadi dan jalur perakitan otomatis di industri. Komputer tersebut tidak hanya membantu melaksanakan pekerjaan, akan tetapi mengubah tata carakerja dan sekaligus menimbilkan tantangan dan permasalahan baru dalam lingkungannya.

Komputer pada saat ini banyak digunakan di sekolah, kantor ataupun di rumah. Komputer digunakan sebagai alat bantu untuk mengolah berbagai jenis data untuk bermacam-macam keperluan. Pada saat ini di sekolah-sekolah banyak kita jumpai pengolahan nilai siswa dengan komputer yang dapat membantu pembuatan daftar nilai, penghitungan nilai rata-rata kelas ataupun laporan-laporan untuk kepentingan evaluasi pendidikan. Komputer juga sudah banyak digunakan untuk mencetak kuitansi tagihan listrik, telepon, kartu kredit dan sebagainya.

Sejak beberapa tahun yang lalu komputer sudah digunakan sebagai alat bantu untuk menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data atau informasi yang diperlukan. Contoh dari kegunaan komputer antara lain adalah :

  1. Digunakan untuk membantu pengarsipan di kantor-kantor.
  2. Digunakan pada bidang animasi untuk membantu pembuatan film-film dengan memanfaakan kemajuan dalam bidang disain grafik dan pengolahan citra.
  3. Membantu pemakai dalam menelusuri indeks subjek dan indeks pengarang di perpustakaan
    digunakan sebagai pendukungan layanan administratif di rumah sakit seperti data pasien, pemesanan tiket pesawat, kereta, serta alat transportasi lainnya.
  4. Administrasi negara seperti administrasi data kepegawaian dan kependudukan, serta segala bidang kegiatan lainnya.

 

Prediksi penggunaan komputer dimasa depan :

Dengan semakin besarnya peran komputer dalam membantu manusia dalam kegiatan sehari-harinya, serta semakin banyaknya penemuan-penemuan baru di bidang teknologi yang kesemua nya itu diciptakan untuk kepentingan umat manusia, maka peran komputer akan semakin besar berperan dalam kegiatan sehari-hari. Namun Kemajuan teknologi komputer itu selain memberi dampak positif juga menimbulkan dampak negatif yang kurang diperhitungkan sebelumnnya. Teknologi memberikan banyak keuntungan pada masyarakat seperti komunikasi yang lebih baik, transportasi yang lebih cepat dan lebih aman, penyelesaian pekerjaan yang lebih cepat dan akurat serta efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja.

Walaupun tidak terungkap secara terbuka selalu ada perasaan takut di kalangan masyarakat bahwa akhirnya manusia menjadi budak dari mesin yang diciptakannya sendiri karena banyak posisi penting dalam pekerjaan yang diambil alih oleh mesin dengan alasan biaya, kecepatan kerja dan ketelitian.

Banyak kalangan yang berpendapat bahwa mesin pandai akan terwujud dan memasyarakat. Mereka percaya bahwa keberadaan mesin ini akan amat bermanfaat yang akan menindih dampak negatifnya.

Karena peran serta komputer sudah jelas dirasakan manfaat serta memiliki kemampuan yang hebat, kita semua sudah dapat memperkirakan bagaimana dimasa depan komputer dapat mengambil alih hampir semua bidang pekerjaan.

 

Prediksi penggunaan komputer di masa depan pada empat bidang kegiatan serta dampaknya terhadap tenaga kerja pada empat bidang kegiatan tersebut antara lain adalah :

1. Bidang Perbankan :

Penggunaan mesin pelayanan bank otomatis (Automatic Teller Machine), terminal penjualan (Point Of Sell Terminals) dan komunikasi antar komputer menghasilkan sistem pemindahan dana elektronik (Cash Less Society atau masyarakat tanpa uang tunai). Keseluruhan sistem ini akan mengubah tata cara kerja bank, pengecer, grosir dan pedagang.

Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindah bukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening. Di kota-kota besar, kita dapat memastikan kebanyakan orang telah mempunyai rekening di bank. Rekening yang bisa berupa tabungan, rekening koran, giro, ataupun deposito.

Memanfaatkan internet sebagai salah satu jalur transaksi perbankan yang lebih mudah diakses dimanapun seperti di rumah atau kantor dan juga kapanpun selama 24 jam selama satu minggu.

2. Bidang Transportasi :

Dalam Industri transportasi saat ini computer memberikan kemampuan untuk mengelola kendaraan dengan melacak lokasi dari pengguna kendaraan tersebut, computer digunakan untuk mendeteksi banyaknya mobil yang berhenti di lampu lalu lintas, selain itu computer juga dapat menghitung waktu optimum dari sinyal lampu lalulintas untuk memperlancar lalu lintas.

Dengan diikuti perkerkembangan dunia teknologi yang mensupport bidang transportasi beberapa negara maju kereta dipasang alat navigasi modern untuk menggantikan masinis melalui penggunaan satelit dan sistem computer.

Bisnis penerbangan menggunakan computer untuk reservasi. Bandar udara tidak akan berfungsi secar maksimal tanpa menggunakan atau disupport dengan computer untuk membantu melacak serta membaca sinyal pesawat terbang yang akan mendarat ataupun yang sedang mengudara.

 3.Bidang Pendidikan

Keuntungan :

  1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
  2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
  3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
  4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

Kerugian :

  1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
  2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
  3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).

4. Bidang Informasi dan komunikasi

Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain:

►Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru bumi bagian manapun melalui  internet

► Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya    dengan melalui handphone

►Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain

Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:

►Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)

►Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu

►Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh  informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.

►Kecemasan teknologi      Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.

CYBERSQUATTING dan TYPOSQUATTING


Pada saat ini kejahatan serta kecurangan di dunia maya (cybernet) sangat sering terjadi, salah satunya adalah  CYBERSQUATTING dan TYPOSQUATTING. Kecurangan ini dilakukan oleh pihak-pihak yang sebenarnya cerdas melihat situasi serta paham akan meraih keuntungan dengan adanya media internet sebagai tempat promosi bisnis.
 
 Cybersquatting (penyerobotan Domain Name) adalah kejahatan  yang dilakukan dengan cara  mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal.
Adapun penyerobotan nama domain yaitu dengan mendaftarkan situs dengan memakai nama atau merek orang lain secara tanpa hak sebelum pemilik yang sah mendaftarkan, kemudian berusaha untuk menawarkan situs tersebut kepada orang atau pemilik merek yang bersangkutan dengan harga yang sangat tinggi. (Brian Firtzgerald et.al, 1998, hal.5) Makarim mendefinisikan penyerobotan nama domain adalah tindakan seseorang (yang tidak berhak atau bukan pemilik nama sebenarnya) mendahului mendaftarkan nama-nama yang populer yang diketahuinya dengan tujuan untuk menjual kembali kepada pihak yang berkepentingan atas nama tersebut diatas harga perolehannya.(Edmon Makarim,2001. h.24). Kegiatan ini mirip seperti calo-calo karcis.
 
 Typosquatting adalah kejahatan dengan membuat domain plesetan yaitu domain yang mirip dengan nama domain orang lain. Nama tersebut merupakan nama domain saingan perusahaan.

Bagaimana anda tahu apakah nama domain yang anda inginkan sedang digunakan oleh sebuah cybersquatter? Ikuti langkah-langkah berikut ini.

Periksa salah satu nama domain yang anda inginkan di mesin pencari. Apakah nama domain tersebut membawa Anda ke sebuah website? Jika tidak membawa Anda ke situs web yang berfungsi atau online, melainkan membawa Anda ke sebuah situs yang menyatakan ” this domain name for sale,” atau “under construction,” atau “can’t find server,” ada kemungkinan bahwa nama domain yang kita inginkan sudah di daftarkan oleh pihak yang dengan sengaja mendahului kita untuk tujuan tidak baik (cybersquatting). Tidak adanya situs nyata mungkin menunjukkan bahwa tujuan pemilik membeli nama domain adalah hanya untuk menjualnya kembali kepada Anda dengan harga yang lebih tinggi.

Tentu saja, tidak adanya sebuah situs web belum tentu sebuah cybersquatter. Mungkin juga pemilik nama domain punya rencana untuk memiliki situs web di masa depan.

Jika domain yang anda temukan akan membawa anda ke situs Web yang berfungsi yang terdiri dari iklan untuk produk atau layanan yang berkaitan dengan merek dagang Anda, Anda juga mungkin memiliki kasus cybersquatting. Sebagai contoh, jika perusahaan Anda terkenal menyediakan layanan audio-visual dan website yang baru Anda temukan dikemas dengan iklan untuk layanan perusahaan audio-visual lainnya, kemungkinan sangat kuat bahwa situs tersebut dioperasikan oleh cybersquatter yang memperdagangkan popularitas perusahaan dan keyword Anda dengan cara menjual iklan Google kepada para pesaing Anda.

Jika nama domain akan membawa Anda ke situs Web yang tampak fungsional, isi web memiliki hubungan yang wajar terhadap nama domain, tetapi tidak bersaing dengan produk atau layanan Anda mungkin tidak termasuk pada kasus cybersquatting. Misalnya, jika merek dagang Anda adalah “Vierza” yang berhubungan dengan desain web dan multimedia, dan situs web yang Anda temukan (www.vierza.com) adalah untuk mesin pembersih jalan, Anda tidak memiliki kasus cybersquatting.

Kesimpulannya, yang dimaksud cybersquatting sendiri adalah menggunakan nama domain yang bukan haknya untuk tujuan tidak baik. Penyerobotan nama domain ini baru bisa ditetapkan jika memenuhi kriteria:

1. Nama domain yang didaftarkan identik atau mirip dengan merek dagang (trademark) milik orang lain.
2. Jika pemilik domain tidak punya hak atau kepentingan logis memiliki sebuah nama domain.
3. Nama domain yang didaftarkan digunakan untuk maksud buruk.

Contoh Kasus Cybersquatting & Typosquatting :
Mengingat keberadaan Domain Name secara teknis haruslah unique, dalam prakteknya ternyata banyak pihak yang memperebutkan keberadaan nama domain yang lebih intuitif dengan nama si penggunanya tersebut. Sementara itu, tidak semua pihak dengan sigap dan cepat menyadari dan menanggapi kemajuan teknologi tersebut dengan cara meningkatkan keberadaannya dalam Internet, sehingga sebagian orang mendahului mendaftarkan nama-nama yang diketahuinya telah popular dan menjualnya kembali kepada pihak yang berkepentingan atas nama tersebut dengan harga diatas harga perolehannya, dengan kata lain hal ini adalah tindakan penyerobotan atas domain name (cybersquatting).
Aksi cybersquatting memang begitu mendapatkan perhatian dari perusahaan-perusahaan besar di dunia terutama imbasnya  yang dapat membingungkan para pelanggan mereka dan juga dapat merusak citra mereka jika seandainya ada nama domain yang mirip dengan mereka tapi websitenya berisikan konten berbau pornografi atau digunakan untuk menyebarkan malware.
 
Contoh kasus yang beredar di international adalah kasus Yahoo yang menuntut OnlineNIC atas aksi cybersquatting pada 500 nama domain yang mirip atau dapat membingungkan para penggunanya termasuk yahoozone.com, yahooyahooligans.com dan denverwifesexyahoo.com. 
Carlos Slim, orang terkaya di dunia itu pun kurang sigap dalam mengelola brandingnya di internet, sampai domainnya diserobot orang lain. Beruntung kasusnya bisa digolongkan cybersquat sehingga domain carlosslim.com bisa diambil alih.Madonna juga sempat mengalami kasus yang sama akhirnya kembali bisa mendapatkan madonna.com.
Selain itu, bahkan ada pihak-pihak tertentu yang juga secara tidak etis ingin mengambil keuntungan terhadap Domain Name tsb dengan cara memanfaatkan reputasi atas nama-nama yang sudah popular atau telah bernilai komersial sebelumnya sebagai Domain Name untuk alamat bagi situs (web-sites) yang dikelolanya. Dengan kata lain ia mencoba mencuri pasar yang dimiliki oleh orang lain ataupun membonceng reputasi dari keberadaan nama pihak lain tersebut , atau paling tidak nama yang hampir sama dengan nama yg sudah terkenal tersebut . Sebagai contoh adalah penggunaan nama domain yang tidak jauh berbeda dengan nama pihak lain, misalkan situs cocacola.com dimiliki oleh perusahaan permen yang mempunyai rasa cola yang hampir sama dengan rasa dari soft-drink cocacola tersebut. Ataupun ada pihak ingin yang menggunakan nama dengan jenis ketikan yang tidak jauh berbeda misalkan http://www.coca-cola.com atau http://www.coci-cola.com. Hal ini lebih dikenal dengan istilah typosquatting.
 
Yang Harus Dilakukan Jika Nama Domain Yang Anda Ingin Sudah Diambil Orang :
  1. Sebagai langkah awal, hubungi pendaftar nama domain. Untuk mencari nama dan alamat pemilik nama domain, Anda dapat menggunakan “WHOIS Lookup” di whois.net. Cari tahu apakah ada penjelasan yang masuk akal untuk penggunaan nama domain tersebut, mungkin saja pendaftar bersedia untuk menjual nama domain tersebut dengan harga yang Anda inginkan.
  2. Bayar, jika harga tersebut masuk akal. Kadang-kadang, membayar cybersquatter adalah pilihan terbaik. Mungkin lebih murah dan lebih cepat daripada mengajukan gugatan atau memulai sebuah sidang perkara.
  3. Untuk menghadapi iktikad tidak baik tersebut, untuk sementara ini dan yang umumnya telah dilakukan oleh para pengguna Internet adalah melakukan tindakan prophylactic measures yakni dengan mendaftarkan keberadaan nama perusahaanya ataupun merek dagangnya kedalam semua jenis nama domain yang tersedia. Sayangnya hal ini jelas mengakibatkan pengeluaran yang cukup besar untuk biaya administrasi pendaftaran Nama Domain tersebut.
 
Yang Dapat Anda Lakukan untuk Memerangi Cybersquatter
Berkaitan dengan kasus sengketa Nama Domain sudah mulai merebak di Indonesia, maka berdasarkan kepada uraian tersebut di atas, telah terlihat jelas bahwa perangkat perundang-undangan yang dapat digunakan adalah:
  1. Pasal 72 dan 82 Undang-undang No.14 Tahun 1997 tentang Merek, untuk kasus typosquatting;
  2. Untuk kasus-kasus cybersquatting dengan menggunakan pasal-pasal dalam Kitab Undang-undang Pidana Umum, seperti misalnya pasal 382 bis KUHP tentang Persaingan Curang, pasal 493 KUHP tentang Pelanggaran Keamanan Umum Bagi Orang atau Barang dan Kesehatan Umum, pasal 362 KUHP tentang Pencurian, dan pasal 378 KUHP tentang Penipuan; dan
  3. Pasal 22 dan 60 Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi untuk tindakan domain hijacking.
Sementara itu, untuk menghadapi tindakan cybersquatting di Internet maka Pemerintah Amerika Serikat memandang perlu untuk mengeluarkan ketentuan yang khusus mengatur tentang itu, yakni Anti-Cybersquatting Act yang melindungi kepentingan para pemegang merek atas individu yang beriktikad tidak baik dalam memperoleh domain name tersebut, karena tidak dapat diakomodir oleh Federal Trademark Dilution Act tersebut akibat ruang lingkupnya yang lebih luas.Berikut ini akan dikemukakan peraturan yang berkaitan dengan cybersquatting dan typosquatting di Amerika Serikat. Dalam ACPA (Antycybersquatting Consumer Protection Act) 1999 , 15 USC sec 1125 d.
Ketentuan tersebut menyatakan bahwa seseorang yang tanpa hak atau tidak berkaitan dengan pemilik merek atau pemilik nama terkenal yang dilindungi hukum merek dapat digugat oleh pemilik merek jika :

  • Mendaftarkan, memperjualbelikan atau menggunakan sebagai nama doman;
  • Pada saat melakukan pendaftaran nama domain memakai merek yang sama atau identik atau serupa dengan merek tersebut ;
  • Pada saat melakukan pendaftaran memakai merek terkenal yang sama atau serupa dengan merek terkenal sehingga dapat membingungkan.

Seorang korban cybersquatting di Amerika Serikat ( Indonesia ???? ) memiliki dua pilihan:

  1. Menggunakan sistem Internet Corporation of Assigned Names and Numbers (ICANN), atau
  2. Menuntut di bawah ketentuan Anticybersquatting Consumer Protection Act (ACPA).

Sistem ICANN lebih cepat dan lebih murah dibandingkan menggugat dibawah ACPA, dan prosedur tidak memerlukan pengacara.

1. Menggunakan Prosedur ICANN :

Pada tahun 1999, ICANN mulai menerapkan Uniform Domain Name Dispute Resolution Policy (UDNDRP), sebuah kebijakan untuk penyelesaian sengketa nama domain. Alasan yang dapat digunakan untuk mengajukan gugatan menggunakan prosedur ICANN :

  • Nama domain adalah identik atau mirip dengan merek dagang atau merek jasa yang dimiliki penggugat.
  • Pemilik nama domain tidak memiliki hak atau kepentingan yang sah atas nama domain, dan
  • Nama domain telah didaftarkan oleh orang lain dan digunakan dalam hal yang tidak baik

Jika gugatan diterima, maka nama domain akan dibatalkan atau dialihkan kepada penggugat.

2. Menggunakan Prosedur ACPA :

Anticybersquatting Consumer Protection Act (ACPA) memberi hak untuk pemilik merek dagang untuk menuntut sebuah cybersquatter di pengadilan federal dan mentransfer nama domain kembali ke pemilik merek dagang. Dalam beberapa kasus, cybersquatter harus membayar ganti rugi uang.

Untuk menghentikan cybersquatter, pemilik merek dagang harus membuktikan semua hal berikut:

  • Para pendaftar nama domain memiliki niat buruk dan mengambil keuntungan dari merek dagang orang lain
  • Merek dagang sudah ada pada saat nama domain pertama kali didaftarkan
  • Nama domain adalah identik, membingungkan atau mirip dengan merek dagang tersebut, dan
  • Merek dagang tersebut memenuhi syarat dan memiliki badan hukum atau hak patent – dan pemiliknya adalah orang pertama yang menggunakan merek tersebut dalam perdagangan.

Jika cybersquatter bisa menunjukkan bahwa ia punya alasan untuk mendaftarkan nama domain bukan untuk menjualnya kembali ke pemilik merek dagang untuk mendapat keuntungan, maka pengadilan mungkin akan mengizinkan dia untuk memiliki nama domain tersebut.

Saran saya buruan beli domain sesuai merek dagang atau nama anda, Karena dalam urusan domain berlaku hukum “siapa cepat dia dapat”. Dia yang pertama kali mendaftarkan, dia berhak menggunakan. Dan tidak ada nama domain yang sama persis di dunia ini.

 

sumber :

http://viean-cybersquatting.blogspot.com/

http://www.erisatria.com/newbie-tips/336-apa-itu-cybersquatting-