Skip to content

Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS)

 

Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS)

Di level manapun didalam organisasi pasti ada keputusan yang harus diambil. Keputusan yang baik selalu mengadalkan informasi yang akurat, tepat dan terkini. Tanpa Informasi tersebut pengambilan keputusan yang diambil hanya berdasarkan intuisi atau perasahaan. Sayangnya untuk mendapatkan informasi yang berkualitas tersebut tidak mudah. Disinilah terlihat jelas peran sebuah sistem yang mampu menghasilkan informasi pada sebuah organisasi. Kalau organisasinya sebuah rumah sakit, kita sebut saja sistem itu adalah Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS).

Solusi yang dijanjikan SIMRS

Banyak solusi yang dijanjikaan oleh SIMRS yang berbasis Tenologi Informasi, diantaranya ;

 Untuk Rumah Sakit :

–      Meningkatkan pelayanan diagnosis dan pengobatan.

–      Memberikan informasi yang presisi dan cepat untuk mengambil keputusan.

–      Meningkatkan efektifitas SDM dan menurunkan beban kerja.

Untuk Dokter :

–      Efisiensi manajemen utilisasi informasi klinikal

–      Tersedianya database untuk pendidikan dan penelitian

–      Membantu mengambil keputusan klinik

–      Meningkatkan proses medik melalui menurunan catatan  dan jam kerja.

–      Meningkatkan perbandingan nurse

Untuk Pasien :

–      Menurunkan waktu tunggu untuk diagnosis dan pengobatan (Registrasi, Pengobatan, Medication, Diagnosis & dll)

–      Meningkatkan kepercayaan pengobatan dan biaya yang ditimbulkan.

–      Pelayanan Klinikal yang lebih baik.

Masalah yang ditimbulkan SIMRS

Janji manis yang ditawarkan SIMRS ternyata banyak menimbulkan masalah. Masalahnya adalah kegagalan dalam membangun dan mengembangkan SIMRS itu sendiri. Dari pengamatan para konsultan IT yang bergerak di bidang SIMRS di Indonesia tidak kurang dari 7 Rumah Sakit baik Negeri maupun suwasta mengalami kegagalan dalam membangun dan mengembangkan SIMRS.

Selain itu ada juga beberapa Rumah Sakit melakukan Outsourcing  SIRS, akibatnya biaya yang ditimbulkan setiap bulan menjadi masalah (Rp.150 juta hingga Rp.200 Juta per bulan). Outsourcing SIMRS akan  menimbulkan ketergantungan yang besar, ini disebabkan didalam SIMRS terdapat proses bisnis. Berbeda dengan kegiatan yang tidak melibatkan proses bisnis, misalnya cleaning service atau satpam.

Pengalaman Pengembang & Faktor Pemeliharaan Aplikasi Mengurangi Kegagalan SIMRS

SIMRS bukan hanya sekedar teknologi informasi, didalamnya terdapat sub-sub sistem lain seperti Prosedur, SDM dan lain-lain. Pengalaman pegembang SIMRS sangat berperan dalam menentukan keberhasilan SIMRS. Hal ini karena Rumah Sakit adalah organisasi yang komplek. Setelah faktor pengembang ada faktor lain yaitu pemeliharaan aplikasi, pemeliharaan aplikasi berbeda dengan pemeliharaan hardware. Pemeliharaan aplikasi merupakan pengembangan yang tiada pernah henti. Kalau pemeliharaan ini diserahkan ke vendor maka akan membuat ketergantungan pada vendor, sudah tentu cost yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Karena itu rumah sakit harus memiliki SDM SIMRS sendiri yang terlatih dan memahami semua kegiatan yang ada di rumah sakit.

 

Daftar pustaka;

– proposal hospital information system     Pin.net 2007

– pengembangan sistem informasi                Basuki Suhardiman 2008

Pentingnya Standarisasi dan Sertifikasi Keahlian TI

Standarisasi di bidang TI memiliki pengertian sebagai persetujuan terhadap format,  prosedur dan antar muka (interface) yang mengizinkan perancang Hardware, Software, basis data, dan fasilitas telekomunikasi, untuk membuat produk-produk dan sistem yang mandiri atau independent satu terhadap lainnya dengan jaminan bahwa produk-produk tersebut akan saling kompatibel dengan produk atau sistem lain yang merujuk pada standar yang sama. Standar merupakan elemen tunggal yang paling penting dalam mencapai integrasi informasi perusahaan dan sumber daya komunikasi.

Sertifikasi di Bidang TI adalah cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknis. sertifikasi TI menunjukan bahwa para professional Teknologi Informasi tersebut memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dapat di buktikan. Sertifikasi di bidang TI juga memberikan keunggulan dalam daya saing bagi berusahaan, khususnya dalam pasar glogal karena kemampuan dan pengetahuan Profesional Teknologi Informasi dan Telekomunikasi telah di uji dan didokumentasikan.

Selain itu pengalaman mengikuti kegiatan sertifikasi dapat memberikan wawasan-wawasan baru yang  mungkin tidak pernah ditemui pada saat mengikuti pendidikan formal atau dalam pekerjaan sehari-hari. selain mampu memberikan jalan yang lebih mudah untuk menemukan pekerjaan di bidang TI, sertifikasi juga dapat membantu meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang telah bekerja.

Profesionalitas seorang praktisi TI paling tidak  harus memiliki 2 (dua) pengakuan, yakni :

1. Pengakuan secara akademis berupa gelar kesarjanaan.

2. Pengakuan dari dunia industri berupa pengakuan atas keahlian dan kemampuan (skill) yang dibuktikan dengan kepemilikan Sertifikasi.

Tujuan Sertifikasi adalah :

– Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi.

– Membentuk standar kerja TI yang tinggi.

– Pengembangan profesional yang berkesinambungan.

Fungsi dan Manfaat Sertifikasi bagi Profesional TI :

1. Sertifikasi ini merupakan pengakuan akan pengetahuan yang kaya (bermanfaat bagi promosi, gaji).

2. Perencanaan karir.

3. Profesional Development.

4. Meningkatkan International marketability. Indi sangat penting dalam kasus, ketika tenaga TI tersebut harus bekerja pada perusahaan multinasional.

Fungsi dan Manfaat Sertifikasi bagi masyarakat luas / Industri :

1. Memiliki staf yang up to date dan berkualitas tinggi.

2. Memperoleh citra perusahaan yang baik, keuntungan yang kompetitif, merupakan alat ukur yang obyektif terhadap kemampuan staf, kontraktor dan konsultan.

3. Secara langsung dan tidak langsung akan meningkatkan produktifitas secara mikro maupun makro.

Saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan besar Internasional yang bergerak di bidang TI mengeluarkan Sertifikat  (Perangkat Lunak & Perangkat Keras) antara lain adalah :

A. Sertifikasi Berorientasi Produk :

1. Microsoft (pengembang perangkat lunak)

– Microsoft Certified Profesional (MCP) :

Yaitu Sertifikasi Supporting Windows, beberapa paket dalam MPC antara lain :

– Microsoft Office Specialist (MOS) yaitu Sertifikasi untuk penggunaan Microsoft Office.

– Microsoft Certified System Administrator (MCSA), Sertifikasi Administrator Server Windows 2000 atau .Net (dot-Net)

– Microsoft Certified System Engineer (MCSE), Sertifikasi Administrator dan Perancangan Sistem berbasis Server Windows 2000 / .Net

– Microsoft Certified Application Developer (MCAD), Sertifikasi untuk Programmer & Systems Analyst berbasis Visual Studio 6 / .Net.

– Microsoft Certified Database Administrator (MCDBA), Sertifikasi untuk Administrator Microsoft SQL Database Server.

– Microsoft Certified Desktop Support Technician (MCDST), Sertifikasi untuk Technical & Customer Service Skills

– Microsoft Certified Trainer (MCT), Sertifikasi untuk kualifikasi intruktur pelatihan.

2. Oracle (pengembang database)

– Oracle Certified Associate (OCA)

– Oracle Certified Profesional (OCP)

– Oracle Certified Master (OCM)

3. Cisco (pengembang jaringan komputer)

– Cisco Certified Design Associate (CCDA), Sertifikasi untuk design jaringan LAN, WAN, dan Switched LAN Sederhana.

– Cisco Certified Network Associates (CCNA), Sertifikasi untuk pemasangan & konfigurasi peralatan jaringan dari Cisco.

– Cisco Certified Network Professional (CCNP), Sertifikasi lanjutan dari CCNA

– Cisco Certified Design Profesional (CCDP), Sertifikasi untuk Design jaringan kompleks dan multiprotokol untuk perusahaan.

– Cisco Certified Internetwork Professional (CCIP), Sertifikasi untuk melakukan perancangan, design, dan implementasi jaringan berskala besar.

– Cisco Certified Security Professional (CCSP), Sertifikasi untuk keamanan jaringan.

4. Novell (pengembang Sistem Operasi)

– Novell CLP (Certified Linux Professional)

– Novell CLE (Certified Linux Engineer)

– Suse CLP (Suse Certified Linux Professional)

-Master Certified Novell Engineer (MCNE)

B. Sertifikasi Berorientasi Profesi :

1. ICCP ( Institute for Certification of Computing Profesionals)

Yaitu merupakan badan sertifikasi profesi TI yang melakukan pengujian pada 19 bidang pekerjaan TI. Sertifikasinya antara lain adalah :

– Certified Data Processor (CDP), Sertifikasi untuk profesional bidang pemrosesan data.

– Certified Computer Programmer (CCP), Sertifikasi untuk profesional yang bekerja sebagai programmer.

– Certified Systems Professional (CSP), Sertifikasi untuk profesional yang bekerja pada bidang analis disain dan pengembang sistem berbasis komputer.

2. CompTIA (Computing Technology Industry Association)

Merupakan Asosiasi Industri Teknologi Komputer yang beranggotakan antara lain : Microsoft, Intel, IBM, Novell, Linux, HP, dan Cisco. Mengeluarkan sertifikasi internasional antara lain :

– A+ , Sertifikat PC Support

– Network+ , Sertifikat Teknik Jaringan.

– i-Net+ , Sertifikat Teknologi Internet.

– Server+ , Sertifikat Teknologi Server.

– Linux+ , Sertifikat Teknologi Linux.

– IT Project+ , Sertifikat Manajemen Proyek IT.

– e-Biz+ , Sertifikat e-commerce.

– Security+ , Sertifikat Keamanan Komputer

 

 

* Di rangkum dari beberapa sumber.

Insan IT Sumbang Darah :)

Donor Darah…

Setetes darah sangatlah berharga….

Sertifikat Ahli Pengadaan Nasional

Profesi / Bisnis TI Paling Prospektif

Di masa sekarang ini dimana semuanya dilaksanakan dengan cepat, mudah, efisien serta efektif. Semuanya itu diciptakan untuk memudahkan manusia dalam beraktifitas. Agar semua nya itu dapat dilakasanakan dengan cepat dan efisien diperlukanlah suatu sarana teknologi informasi yang handal.

 Informasi yang kita terima dengan cepat, dapat membantu kita untuk segera menentukan langkah-langkah antisipasi dengan cepat pula, sehingga bisnis atau pekerjaan yang kita lakukan tidak sempat mengalami kendala bahkan hingga pada kegagalan.

Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan di masyarakat, baik dalam penemuan-penemuan baru,  maupun manfaat-manfaat lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Dapat dilihat sekarang ini, dengan banyaknya ditemukan ide-ide baru yang diperoleh dari informasi, maka dengan adanya hal itu banyak orang beralih dalam berbisnis di dunia Teknologi Informasi.

Bisnis di bidang Teknologi Informasi dirasa cukup menjanjikan dan memiliki prospek yang baik di masa yang akan datang karena saat ini saja hampir seluruh kegiatan manusia menggunakan sarana teknologi informasi.

Namun tidak sedikit orang yang ingin terjun dalam bisnis di bidang teknologi informasi masih ragu dan binggung apa yang harus mereka tekuni dalam bisnis tersebut.

“INC”, salah satu media bisnis terkemuka di Amerika, belum lama ini merilis informasi penting bagi para pebisnis yang ingin mengetahui bisnis yang prospeknya paling menjanjikan hingga lebih dari 10 tahun mendatang. Bisnis yang menjanjikan tersebut adalah:

– Internet Bisnis, data processing dan jasa informasi lainnya

– Sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya

– Sofware

– Jasa ketenagakerjaan

– Konsultasi: management,science, dan teknis

– Home Health Care

– Jasa penasihat keuangan pribadi

– Jasa perawatan anak

– Seni, hiburan, dan rekreasi

– Film/video

Dari data tersebut, terlihat bisnis pada urutan satu sampai tiga adalah bisnis di bidang teknologi informasi yang paling menjanjikan hingga lebih dari 10 tahun mendatang.

1. Internet Bisnis, data processing dan jasa informasi lainnya

yaitu segala bentuk bisnis yang dilakukan di dunia maya, juga data processing dan jasa informasi lainnya seperti bisnis jasa pada file hosting, cloud computing, web design, dan lain sebagainya.

2. Sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya.

yaitu binis seperti pengembangan perangkat lunak, pengembangan sistem untuk perusahaan seperti ERP (Enterprise Resource Planning) dimana sistem seluruh kegiatan dalam suatu perusahaan dapat diintegrasikan.

3. Software (perangkat lunak)

Hampir sama halnya dengan sistem komputer, bisnis software ini sangat menjanjikan karena dengan semakin berkembang pesatnya dunia teknologi informasi maka dibutuhknannya perangkat lunak untuk membantu manusia dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari.

Dengan mengetahui peluang yang potensial tentang bisnis Tenknologi Informasi, sebenarnya menjadi suatu isyarat bagi kita yang ingin melangkah menjadi pebisnis, yaitu mulai dari  sekarang mempersiapkan diri membekali pengetahuan tentang teknologi informasi.

 

pustaka :

http://erabaru.net/iptek/90-komputer-a-internet/9722-10-bisnis-yang-paling-menjanjikan-di-masa-depan

PERAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN KESEHATAN GIZI SEIMBANG SESUAI DENGAN DIET PASIEN

                                                  TUGAS 3 KELOMPOK

BAHASA INDONESIA  2 #

 

PERAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN KESEHATAN GIZI SEIMBANG SESUAI DENGAN DIET PASIEN

NAMA    ANGGOTA          : HERMAN ZACHARIAS                    (1A111006)

: YULIA  FITRIANI                               (1A111177)

: JAHIRAH GEYS                                                (1A111065)

: M. SUBHAN                                        (1A111043)

: FREDDY                                             (1A111057)

: MELKI RAHMI                                    (18110064)

KELAS                                  : 3 KA 20

DOSEN                                 : TRI WAHYU RETNO NINGSIH, SS

UNIVERSITAS GUNADARMA

2012

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan dan Sasaran

Diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu. Jenis diet sangat dipengaruhi oleh latar belakang individu atau keyakinan yang dianut masyarakat tertentu. Walaupun manusia pada dasarnya adalah omnivora, namun suatu kelompok masyarakat biasanya memiliki preferensi atau pantangan terhadap beberapa jenis makanan.

Berbeda dalam penyebutan dibeberapa negara, dalam bahasa indonesia, kata “Diet” lebih sering ditunjukkan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu.

Dalam perkembangannya, diet dalam konteks upaya mengatur asupan nutrisi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

  • Menurunkan Berat (massa) badan misalnya bagi model atau aktris yang ingin menjaga penampilannya.
    • Meningkatkan Berat (massa) badan misalnya bagi olahragawan atau atlet binaraga yang ingin meningkatkan    massa otot.
    • Pantang terhadap makanan tertentu misalnya bagi penderita diabetes(rendah karbohidrat dan gula).

Gizi seimbang merupakan aneka ragam bahan pangan yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh, baik kualitas (fungsinya), maupun kuantitas (jumlahnya). Direktorat gizi Depkes pada tahun 1995 telah mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS).

Diet gizi seimbang adalah konsumsi makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil yang terdiri dari menu yang beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proprosi yang sesuai.

1.2 Hipotesa atau Masalah

Hipotesa atau masalah yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Asupan zat gizi seimbang pasien yang sesuai dengan pasien

2. Ketidasesuaian diet dengan konsumsi zat gizi seimbang pasien

3. Tingkat pengetahuan gizi seimbang yang sesuai dengan pasien

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kebiasaan makan dan kesesuaian diet pasien. Membantu pasien dalam membuat kebijakan untuk memberikan pengetahuan gizi yang seimbang.

 

1.3 Ruang Lingkup telaah

Perawat merupakan profesi yang unik, profesi yang menangani respon manusia dalam menghadapi masalah  kesehatan, dan secara esensial menyangkut kebutuhan dasar manusia.

Perawat  harus dapat mengkaji kapan suati data indikasi adanya masalah, dan perlakan seperti apa untuk mengatasi masalah kesehatannya dan memenuho kebutuhna dasarnya.

Keperawatan pada dasarnya adalah human science and human care; dan caring menyangkut upaya memperlakukan klien secara manusiawi dan utuh sebagai manusia yang berbeda dari manusia lainnya (Watson, 1985).

1.3.1 Peran Perawat Sebagai Pendidik

  1. Peran Edukator
    1. Pembelajaran yang merupakan dasar dari semua tahap kesehatan dan tingkat pencegahan.
    2. Perawat harus mampu mengajarkan tindakan peningkatan kesehatan,pencegahan penyakit,memberikan info yang tepat tentang kesehatan.
    3. Peran Pengamat Kesehatan

Mengkoordinir monitoring terhadap perubahan yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang menyangkut masalah kesehatan melalui kunjungan rumah,pertemuan, observasi, dan pengumpulan data.

  1. Peran Koordinator Pelayanan Kesehatan

Mengkoordinir seluruh kegiatan upaya pelayanan  kesehatan  masyarakat  dan puskesmas dalam mencapai tujuan  kesehatan  melalui kerjasama dengan tim kesehatan lain sehingga pelayanan  yang diberikan merupakan  kegiatan yang menyeluruh.

  1. Peran Koordinator

Perawat melakukan koordinasi terhadap semua pelayanan kesehatan yang diterima oleh keluarga dan bekerja sama dengan keluarga dalam perencanaan pelayanan keperawatan sebagai penghubung dengan institusi pelayanan kesehatan lainnya,supervise terhadap asuhan keperawatan yang dilaksanakan anggota tim.

  1. Peran Pembaru

Perawat dapat berperan sebagai inavator terhadap individu keluarga dan masyarakat dalam merubah perilaku dan pola hidup yang berkaitan  dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan.

  1. Peran Fasilitator

Perawat merupakan tempat bertanya bagi masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan,diharapkan perawat dapat memberikan solusi mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1      Riset Diet Rendah Garam

2.1.1  Pengertian

Yang dimaksud dengan garam dalam diet garam rendah adalah garam natrium seperti yang terdapat didalam garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO₃), bakin, natrium benzoat, dan vetsin (mono natrium glutamat).

Asupan makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan, sehingga tidak ada penetapan kebutuhan natrium sehari. WHO (1990) menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari (ekivalen dengan 2400 mg natrium).

Asupan natrium yang berlebihan, terutama dalam bentuk natrium klorida, dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh, sehingga menyebabkan edema atau asites dan atau hipertensi. Penyakit-penyakit tertentu seperti sirosis hati, penyakit ginjal tertentu, dekompensasio kordis, toksemia pada kehamilan dan hipertensi esensial dapat menyebabkan gejala edema atau asites dan atau hipertensi. Dalam keadaan demikian asupan garam natrium perlu dibatasi.

 

2.1.2  Tujuan diet

Tujuan diet garam rendah adalah membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada hipertensi.

2.1.3    Syarat Diet

Syarat-syarat diet garam rendah adalah :

  1. Cukup energi, protein, mineral, dan vitamin.
  2. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit.
  3. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan    atau hipertensi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENGOLAHAN DATA & ANALISIS

 

3.1  Metode Pengumpulan Data & Analisis

3.1.1 Macam diet dan indikasi pemberian

Diet garam rendah diberikan kepada pasien dengan edema atau asites dan atau hipertensi seperti yang terjadi pada penyakit dekompensasio kordis, sirosis hati, penyakit ginjal tertentu, toksemia pada kehamilan, dan hipertensi esensial. Diet ini mengandung cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat diberikan berbagai tingkat diet garam rendah, yakni :

  • Diet garam rendah I (200-400 mg Na)

Diet garam rendah I diberikan pada pasien dengan edema, asites dan atau hipertensi berat. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya.

  • Diet garam rendah II (600-800 mg Na)

Diet garam rendah II diberikan pada pasien dengan edema, asites dan atau hipertensi tidak terlalu berat. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya dengan diet garam rendah I.

  • Diet garam rendah III (1000-1iet 200 mg Na)

Diet garam rendah III diberikan pada pasien dengan edema dan atau hipertensi ringan. Pengelolaan makanan boleh menggunakan 4gr garam dapur.

  • Ukuran Rumah Tangga
Bahan Makanan Berat (g) Urt
Beras 300 5 gls nasi
Daging 100 2 ptg sdg
Telur ayam 50 1 btr
Tempe 100 4 ptg sdg
Kacang hijau 25 2½ sdm
Sayuran 200 2 gls
Buah 200 2 ptg sdg pepaya
Minyak 25 2½ sdm
Gula pasir 25 2½ sdm
  • Nilai Gizi
Energi 2230 kkal
Protein 75 g
Lemak 53 g
Karbohidrat 365 g
Kalsium 500 mg
Besi 24 mg
Tiamin 1,2 mg
Vitamin C 87 mg
Natrium 305 mg

 

  • Pembagian Bahan Makanan Sehari

 

Beras 140 g = 2 gls nasi
Daging 50 g = 1 ptg sdg
Tempe 50 g = 2 ptg sdg
Sayuran 75 g = ¾ gls
Buah 100 g = 1 ptg sdg pepaya
minyak 10 g = 1 sdm

                PAGI                                                                                                       SIANG & SORE

Beras 70 g = 1 gls nasi
Telur 50 g = 1 btr
Sayuran 50 g = ½ gls
Minyak 5 g = ½ sdm
Gula pasir 10 g = 1 sdm

 

 

P

 

 

Pukul 10.00 WIB

Kacang hijau 25 g = 2½ sdm
Gula pasir 15 g = 1½ sdm
  • Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Bahan makanan

Dianjurkan

Tidak dianjurkan

Sumber karbohidrat Beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwe, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut di atas tanpa garam dapur dan soda seperti: makaroni, mi, bihun, roti, biskuit, kue kering. Roti, biskuit dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan/atau baking powder dan soda.
Sumber protein hewani telur maksimal 1 btr sehari Daging dan ikan maksimal 100 g sehari; telur maksimal 1 btr sehari. Otak, ginjal, lidah, sardin; daging, ikan, susu, dan telur yang diawet dengan garam dapur seperti daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, keju, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin, dan telur pindang.
Sumber protein nabati Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam dapur. Keju, kacang tanah dan semua kacang-kacangan dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur dan lain ikatan natrium.
Sayuran Semua sayuran segar; sayuran yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoat. Sayuran yang dimasak dan diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan, dan acar.
Buah-buahan Semua buah-buahan segar; buah yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoat. Buah-buahan yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti buah dalam kaleng.
Lemak Minyak goreng, margarin, dan mentega tanpa garam. Margarin dan mentega biasa.
Minuman Teh, kopi. Minuman ringan.
Bumbu Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan natrium. Garam dapur sesuai ketentuan untuk Diet Garam Rendah II dan III. Garam dapur untuk Diet Garam Rendah I, baking powder, soda kue, vetsin, dan bumbu-bumbu yang mengandung garam dapur seperti: kecap, terasi, maggi, sambal tomat, petis, dan tauco.
  • Contoh Menu Sehari
PAGI SIANG MALAM
Nasi Nasi Nasi
Telur dadar Ikan acar kuning Daging pesmol
Tumis kacang panjang Tahu bacam Keripik tempe
Sayur lodeh Cah sayuran
Pepaya Pisang

Pukul 10.00 WIB

Bubur kacang hijau

BAB IV

PENELITIAN

 

4.1 Hipotesa I – Diet Rendah Protein

4.1.1  Tujuan Diet Rendah Protein:

Diet rendah protein bagi penderita mempunyai tujuan sebagai berikut:

  • Memberikan makanan dalam jumlah cukup tanpa memberatkan kerja ginjal.
    • Menurunkan kadar ureum dan kreatinin dalam darah.
    • Mencegah/mengurangi penimbunan garam/air dalam tubuh.

4.1.2 Hal yang perlu diperhatikan dalam Diet Rendah Protein :

  • Asupan natrium dibatasi, terutama bila disertai hipertensi atau terjadi oedem, sulit/sedikit kencing (ikuti aturan diet rendah garam).
  • Kalori yang diberikan harus mencukupi agar protein dalam tubuh tidak dipakai sebagai sumber energi.

4.1.3  Makanan Yang harus dihindari dalam Diet Rendah Protein:

  • Makanan sumber protein nabati karena mempunyai mutu protein yang lebih rendah bila dibandingkan dengan protein hewani. Contoh: tahu, tempe, oncom, kacang-kacangan (kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kedele, dll).

4.1.4 Makanan yang harus dibatasi dalam Diet Rendah Protein

  • Sumber protein hewani seperti daging, ayam, telur, ikan, hati, dan lain-lain
  • Susu dan keju
  • Makanan atau kue yang dibuat dari bahan tersebut di atas.

4.1.5 Makanan yang diperbolehkan dalam Diet Rendah Protein:

  • Buah-buahan.
  • Sayur-sayuran.
  • Makanan tinggi kalori rendah protein seperti sirup ,madu, ubi-ubian, kue nagasari, hunkwe, dll.

4.1.6 Tips dalam Diet Rendah Protein:

  • Makanan lebih baik dibuat dalam bentuk kering.
  • Bila jumlah urin sehari kurang dari normal, maka perlu membatasi minum.

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2 Hipotesa II – Diet Hati

4.2.1 Pengertian Diet hati

Hati merupakan salah satu alat tubuh penting yang berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Sebagain besar hasil pencernaan setelah diabsorpsi, langsung dibawa ke hati untuk disimpan atau diubah menjadi bentuk lain dan diangkut kebagian tubuh yang membutuhkan.

   4.2.2 Tujuan Diet Hati

  • Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal tanpa meberatkan fungsi hati.
  • Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan mencegah kerusakan lebih lanjut atau meningkatkan fungsi jaringan hati.
  • Mencegah katabolisme protein.
  • Mencegah penurunaan berat badan atau meningkatkan berat badan.
  • Mencegah atau mengurangi asites, varises esofagus, dan hipertesi portal.
  • Mencegah koma hepatik.

    4.2.3 Syarat Diet Hati

  • Energi Tinggi untuk mencegah pemecahan protein.
  • Lemak cukup.
  • Protein agak tinggi.
  • Vitamin dan mineral.
  • Natrium diberikan rendah.
  • Cairan diberikan biasa.
  • Untuk makanan lemak.

BAB V

PENUTUP

  1. A.                   Kesimpulan
    1. Jenis makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien
    2. Variasi makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien
    3. Cita rasa makanan berhubungan dengan asupan gizi pada pasien
  1. B.                   Saran
    1. Disarankan kepada staf  keperawatan Gizi agar dapat melakukan penyuluhan dihari pertama kepada pasien, untuk memenuhi nutrisi gizi yang seimbang.
    2. Cita rasa makanan yang bervariasi diharapakan dapat menambah selera makan pasien sehingga kebutuhan zat gizi yang seimbang sabagai bagian dari proses diet dapat terpenuhi.
    3. Sebelum menyusun menu diawali dengan konsultasi dengan dokter gizi terlebih dahulu

http://mohammadnabiels.wordpress.com/

http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011_01_01_archive.html

http://sangrelawan.blogspot.com/2010/05/asupan-makanan-pada-pasien-rawat-inap.html

Demikian hasil diskusi kelompok kami yang dapat kami paparkan mengenai “Peran Perawat Dalam Memberikan Kesehatan Gizi Seimbang Sesuai Dengan Diet Pasien’ yang menjadi pokok bahasan pada tugas ke -3 (tiga) Mata Kulaih Bahasa Indonesia #2

Tugas kelompok ini tentu masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena keterbatasan pengetahuan para penulis  dan kurang referensi yang ada hubungannya dengan tugas kelompok  yang kami buat.

Semoga apa yang telah kami sampaikan dalam tugas kelompok  Bahasa Indonesia,  bisa menjadi tambahan ilmu bagi yang terkait ataupun para pembaca lainnya, Terima Kasih.

Skenario Test

Pendahuluan

Latar belakang

Untuk menghasilkan suatu sistem aplikasi atau sistem software yang baik sesuai dengan kebutuhan user atau pengguna aplikasi sudah merupakan kewajiban para sistem developer. Sistem software dikatakan berkualitas apabila sesuai dengan harapan user, sesuai dengan bisnis proses, mempermudah kerja user dan memiliki sedikit bug bahkan tanpa bug sama sekali. Ini merupakan suatu tantangan untuk para software developer untuk menghasilkan software tersebut.

Testing (Pengujian Perangkat Lunak) adalah elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain, dan pengkodean.

Pentingnya pengujian perangkat lunak dan implikasinya yang mengacu pada kualitas perangkat lunak tidak dapat terlalu ditekan karena melibatkan sederetan aktivitas produksi di mana peluang terjadinya kesalahan manusia sangat besar dan arena ketidakmampuan manusia untuk melakukan dan berkomunikasi dengan sempurna maka pengembangan perangkat lunak diiringi dengan aktivitas jaminan kualitas.

Meningkatnya visibilitas (kemampuan) perangkat lunak sebagai suatu elemen sistem dan “biaya” yang muncul akibat kegagalan perangkat lunak, memotivasi dilakukannya perencanaan yang baik melalui pengujian yang teliti. Pada dasarnya, pengujian merupakan satu langkah dalam proses rekayasa perangkat lunak yang dapat dianggap sebagai hal yang merusak daripada membangun.

Sejumlah aturan yang berfungsi sebagai sasaran pengujian pada perangkat lunak adalah:

  1. Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan kesalahan.
  2. Test case yang baik adalah test case yang memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
  3. Pengujian yang sukses adalah pengujian yang mengungkap semua kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Sasaran utama desain test case adalah untuk mendapatkan serangkaian pengujian yang memiliki kemungkinan tertinggi di dalam pengungkapan kesalahan pada perangkat lunak. Untuk mencapai sasaran tersebut, digunakan 4 kategori yang berbeda dari tehnik desain test case: Pengujian white-box, pengujian black-box, Integrasi Bottom-Up dan Integrasi Top-Down.

 

Tujuan

Tujuan pembuatan dokumen test case antara lain:

  1. Memberikan panduan kepada tester untuk melakukan pengujian aplikasi
  2. Sebagai bahan masukan kepada tim pengembang aplikasi
  3. Menjadi dasar pengembangan bagi pengerjaan proyek selanjutnya
  4. Sebagai salah satu dokumen pendukung penyelesaian proyek IT

Keterangan Kode

Beberapa kode yang digunakan pada matrix skenario ini antara lain:

  • V (Valid)               :           menunjukkan bahwa komponen yang membentuk skenario

memiliki nilai yang benar atau valid, sehingga membuat sistem sukses

  • I (Invalid)              :           menunjukkan bahwa komponen yang membentuk skenario

memiliki nilai yang salah atau invalid, sehingga membuat sistem menjalankan skenario alternatifnya

  • NA (Not Access)  :           menunjukkan bahwa komponen yang membentuk skenario

tersebut tidak memiliki peranan atau tidak bisa diakses pada saat tertentu di dalam skenario itu sendiri

Test Case :

Dalam tugas kali ini kami akan mencoba melakukan pengujian / testing dengan menggunakan teknik test case berdasarkan skenario test dengan pengujian aplikasi yang sudah digunakan di sebuah Rumah Sakit.

1.      Use Case         :  User Login

Bacic path :

User berada pada halaman user login. User mengisikan nama serta password pada textfield dan password pada passwordfield kemudian menekan enter / klik ‘Login’. Sistem mencari user pada database user berdasarkan username dan password yang telah di input sebelumnya, jika benar kemudian sistem menampilkan halaman ‘Registrasi Pasien UGD’

Alternate Path :

Alternate path 1 :

Jika textfield username dan password dikosongkan, dan user langsung menekan ‘enter / tombol login’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

Alternate path 2 :

Jika textfield username diisi dan password dikosongkan, kemudian user menekan ‘enter / tombol login’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

Alternate path 3 :

Jika textfield username dikosongkan dan textfield password diisi, kemudian user menekan ‘enter / tombol login’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

Alternate path 4 :

Jika textfield username diisi dan password diisi dengan menggunakan huruf kapital, kemudian user menekan ‘enter / tombol login’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

Alternate path 5 :

Jika textfield username dan password diisi dengan benar namun textfield unit dipilih dengan unit lain yang bukan otoritas user, dan user menekan ‘enter / tombol login’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

login

User-ID field

Password

field

Unit

Field

Tombol Login

Hasil

STC-1.1 Login sukses

V

V

V

V

V

Halaman Registrasi Pasien
STC-1.2 Login gagal, 2 textfield kosong

V

I

I

V

V

Pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’
STC-1.3 Login gagal, username field kosong

V

I

V

V

V

Pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’
STC-1.4 Login gagal, password field kosong

V

V

I

V

V

Pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’
STC-1.5 Login gagal, password dengan huruf  kapital

V

V

V

V

V

Pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’
STC-1.6 Login gagal, unit tidak sesuai hak user

V

V

V

I

V

Pesan ‘Tidak dapat koneksi ke Database’

 
2.      Use Case : Menu Search

2.1              Mencari Nama Pasien

Basic path :

User berada di halaman pencarian pasien yang sudah di entry, dan mencari nama pasien pada textfield ‘Nama Pasien. Sistem akan menampilkan nama pasien yang dicari.

Alternate path :

Jika user mengisikan nama pasien dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield ‘nama pasien’. Sistem masih bisa menampilkan nama pasien.

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

No.RM field

N.Pasien

field

Alamat

Field

Tombol Login

Hasil

STC2.1 Mencari nama pasien

V

V

V

Nama pasien ditampilkan
STC2.2 Nama diberi spasi

V

V

V

Nama pasien ditampilkan

 

2.2              Mencari No.RM Pasien

Basic path :

User berada di halaman pencarian pasien yang sudah di entry, dan mencari No.RM pasien pada textfield ‘No.RM. Sistem akan menampilkan No.RM pasien yang dicari.

Alternate path :

Jika user mengisikan No.RM dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield . Sistem akan menampilkan pesan ‘No Data to Display’.

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

No.RM field

N.Pasien

field

Alamat

Field

Tombol Login

Hasil

STC2.2.1

Mencari No.RM

V

V

V

No.RM pasien ditampilkan

STC2.3.2

No.RM diberi spasi

V

V

V

Pesan ‘No data to Display’

2.3              Mencari Nama Keluarga

Basic path :

User berada di halaman pencarian pasien yang sudah di entry, dan mencari nama keluarga pasien pada textfield ‘Nama Keluarga. Sistem akan menampilkan nama keluarga pasien yang dicari.

Alternate path :

Jika user mengisikan nama keluarga pasien dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield ‘nama keluarga’. Sistem masih bisa menampilkan nama keluarga.

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

No.RM field

N.Pasien

field

Keluarga

Field

Tombol Login

Hasil

STC2.3.1

Mencari nama keluarga

V

V

V

Nama keluarga ditampilkan

STC2.3.2

Nama keluargadiberi spasi

V

V

V

Nama keluarga ditampilkan

 

2.4              Mencari Alamat Pasien

Basic path :

User berada di halaman pencarian pasien yang sudah di entry, dan mencari alamat pasien pada textfield ‘Alamat’. Sistem akan menampilkan nama pasien berdasarkan alamat yang dicari.

Alternate path :

Jika user mengisikan alamat pasien dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield ‘nama pasien’. Sistem masih bisa menampilkan nama pasien berdasarkan alamat.

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

No.RM field

N.Pasien

field

Alamat

Field

Tombol Login

Hasil

STC2.4.1

Mencari  pasien berdasarkan alamat

V

V

V

Nama pasien berdasarkan alamat ditampilkan

STC2.4.2

Alamat  diberi spasi

V

V

Nama pasien berdasarkan alamat ditampilkan

 

2.5              Mencari Pasien berdasarkan tanggal lahir

Basic path :

User berada di halaman pencarian pasien yang sudah di entry, dan mencari pasien pada datefield ‘tgl lahir’ dengan mencentangnya dan mengisikan tanggal lahir pasien yang dicari. Sistem akan menampilkan data pasien yang dicari berdasarkan tanggal lahirnya.

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

No.RM field

N.Pasien

field

Tgl.lahir

Field

Tombol Login

Hasil

STC2.5.1

Mencari  pasien berdasarkan alamat

V

V

V

Nama pasien berdasarkan alamat ditampilka

 

2.6              Pencarian Tipe Pasien

Basic path :

User berada di halaman pencarian tipe pasien yang sudah di entry, dan mencari tipe pasien pada textfield ‘Search’. Dengan menekan tombol ‘Go’, maka Sistem akan menampilkan seluruh  tipe pasien yang sudah diisi.

Alternate path :

Alternate path 1

Jika user mengisikan tipe pasien pada kolom textfield ‘search’. Sistem menampilkan tipe pasien yang dimaksud.

Alternate path 2

Jika user mengisikan tipe pasien dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield ‘search’. Sistem masih bisa menampilkan tipe pasien yang dimaksud.

Alternate path 3

Jika user mengisikan kode tipe pasien pada kolom textfield ‘search’. Sistem menampilkan tipe pasien yang dimaksud.

Alternate path 4

Jika user mengisikan kode tipe pasien dengan memberi spasi 1 sampai dengan beberapa kali pada kolom textfield ‘search’. Sistem masih bisa menampilkan tipe pasien yang dimaksud berdasarkan kode tipe pasien

Alternate path 5

Jika user memilih tombol ‘Choose’. Maka sistem tidak menampilkan data tipe pasien.

Alternate path 6

Jika user memilih tombol ‘Cancel’. Maka sistem akan menuntup halaman pencarian tipe pasien dan akan menampilkan pesan ‘Pencarian dibatalkan’

Alternate path 7

Jika user mengisikan textfield search dengan keyword sembarang, maka sistem akan menampilkan pesan ‘No data to Display’.

 

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Search

Search field

Tombol

Go

Tombol

Cancel

Hasil

STC2.6.1 Mencari Tipe Pasien

V

V

Tipe pasien ditampilkan
STC2.6.2 Mencari Tipe pasien

V

V

V

Tipe pasien ditampilkan
STC-2.6.3 Mencari Tipe Pasien diberi spasi

V

V

V

Tipe pasien ditampilkan
STC2.6.4 Mencari Kode Tipe Pasien

V

V

V

Tipe pasien ditampilkan
STC2.6.5 Mencari Kode Tipe Pasien diberi spasi

V

V

V

Tipe pasien ditampilkan
STC-2.6.6 Pilih tombol ‘Cancel’

V

V

Pesan ‘Pencarian Dibatalkan’
STC-2.6.7 Mencari Tipe Pasien sembarang

V

V

V

Pesan ‘No data to display’

 

3.      Use Case : Registrasi pasien

Basic path :

User berada di halaman utama registrasi pasien. User mengisi textfield ‘No.RM / F2’ dengan Nomor RM yang dimaksud, maka sistem akan mencari nomor RM tersebut dan bila ada sistem akan menampilkan data pasien pada halaman search. User menekan tombol ‘F2’ pada keyboard. Maka Sistem akan menampilkan halaman ‘Search’ untuk mencari data .

Alternate path :

Alternate path 1

Jika user menekan tombol ‘F2’ pada keyboard. Maka Sistem akan menampilkan halaman ‘Search’ untuk pencarian data pasien.

Alternate path 2

Jika user mengisikan nomor RM yang tidak ada pada database atau mengisikan sembarang character, maka sistem akan menampilkan halaman ‘search’ dan akan tampil pesan ‘No data to Display’.

Alternate path 3

Jika user meng-klik ‘Pasien Baru / Ctrl-N’ maka akan tampil pesan ‘ Apakah anda ingin memasukan pasien baru?

 Alternate path 4

Jika user meng-klik ‘Edit Pasien / Ctrl+E’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Pasien belum dipilih’

Alternate path 5

Jika user meng-klik tombol ‘Save / Ctrl+S’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Pasien belum dipilih’

Alternate path 6

Jika user meng-klik tombol ‘Save & Print / Ctrl+R’ maka sistem akan menampilkan pesan ‘Pasien belum dipilih’

Alternate path 7

Jika user meng-klik tombol ‘Tutup Window / Esc’ maka sistem akan menutup halaman Registrasi pasien.

 

Skenario test case :

Skenario

ID

Nama Skenario

Hal

Reg.

No.Rm

Field

Pasien Baru

Edit

Pasien

Save

Save &

Print

Tutup

Window

Hasil

STC3.1

Registrasi Pasien lama

V

V

Data pasien ditampilkan

STC3.2

Tombol F2 dipilih

V

Halaman ‘Search’ tampil

STC-3.3

Registrasi dengan sembarang

V

V

Pesan ‘No data to Display’

STC3.4

Pilih ‘Pasien Baru / Ctrl+N’

V

V

Pesan ‘Apakah anda ingin memasukan pasien baru?’

STC3.5

Pilih ‘Edit Pasien / Ctrl+E’

V

V

Pesan ‘Pasien belum dipilih’

STC-3.6

Pilih ‘Save / Ctrl+S’

V

V

Pesan ‘Pasien belum dipilih’

STC-3.7

Pilih ‘Save & Print / Ctrl+R

V

V

Pesan ‘Pasien belum dipilih’

STC-3.8

Pilih ‘Tutup Window / Esc’

V

V

Halaman Registrasi ditutup

 

Penutup

Testing menggunakan metode pengujian Black box adalah salah satu cara untuk mengetest sejauh mana sistem dapat digunakan dengan baik sesuai dengan yang telah di rencanakan dan di disain sebelumnya. Tahap testing juga diharapkan dapat memberikan panduan kepada tester (penguji) untuk melakukan pengujian aplikasi agar bugs dan errors dapat ditemukan dan diminimalisasi, sebagai bahan masukan dan evaluasi, salah satu dokumen pendukung dalam proyek IT, dan sebagai dasar untuk pengembangan selanjutnya.

 

Daftar Pustaka :

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=skenario%20test&source=web&cd=2&ved=0CCYQFjAB&url=http%3A%2F%2Fo-nick.googlecode.com%2Ffiles%2FKelompok_3_ONick_Test_Case%2520dan%2520Screenshot%2520JUnit.docx&ei=DfWOT6icJpHPrQeW2dy4CQ&usg=AFQjCNHroxFQsxePM0rO2XLKJUcfdwyVbw&cad=rja

http://www.gangsir.com%2Fdownload%2F8-Langkah-langkahPengujiandanEvaluasiPirantiLunak.pdf&ei=HZqLT_qILITmrAe7ttXWCw&usg=AFQjCNFsABAqzK73f3Otgr8yXtnNwl9NCA&cad=rj