Skip to content

Tahun Gajah dan Kelahiran Muhammad

Oktober 12, 2011

Abdullah bin abdul Muthalib menikahi wanita terhormatdari kalangan dari kalangan Quraisy, Aminah binti wahhab bin Abdu Manaf bin Zahrah az-Zuhriyah. Beberapa saat setelah Aminah mengandung, abdullah wafat. Akhirnya Aminah melahirkan Muhammad tanpa didampingi seorang suami. Setelah Muhammad lahir, aminah mengutus orang untuk memberi kabar Abdul Muthalib mertuanya, bahwa sang kakek telah mendapatkan seorang cucu laki-laki. Abdul Muthalib segera mendatangi Aminah untuk melihat cucunya yang baru dilahirkan. Dia membawanya ke Ka’bah, berdoa serta memuji Allah. Abdul Muthalib memberi nama cucunya itu “Muhammad” Nama tersebut cukup asing di kalangan masyarakat Arab pada waktu itu. Abdul Muhalib lalu bersenandung,

Segala puji bagi Allah yang telah menganugrahiku anak baik yang menjadi idamanku. Dia akan berada dalam buaian di usia mudanya. akan kulindungi dia di Baitullah dan tiang-tiangnya. Sampai aku melihatnya tumbuh dewasa akan kulindungi dia dari kejahatan orang yang benci. juga dari kendali orang yang dengki.

Muhammad dilahirkan di rumah Abu Thalib, di lingkungan bani Hasyim dekat Shafa di Mekah al-Mukarramah pada Senin pagi, 12 Rabiul Awwal bertepatan dengan tahun 570 M.

Ada pula yang berpendapat, beliau lahir pada tahun 571 M yang dikenal dengan sebutan tahun Gajah ketika Abrahah al-Habsyi menginvasi Mekah al-Mukarramah untuk menghancurkan Ka’bah dari arah Yaman.

Rassulullah lahir dari satu kabilah paling terhormat di antara kabilah-kabilah Arab lainnya. Beliau bersabda mengenai dirinya. “Allah telah memilih Kinanah sebagai keturunan Ismail, lalu dari Kinanah Dia memilih Quraisy, kemudian dari Quraisy, Dia memilih bani Hasyim, dan dari bani Hasyim dia memilihku,” (HR.Muslim).

Ayah Rasulullah, Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazar bin Ma’ad bin Adnan. Nasabnya terus berlanjut sampai kepada Ismail bin Ibrahim.

Sementara itu, ibunda beliau adalah aminah binti Wahhab bin Abdu Manaf bin Zahrah bin Kilab bin Murrah. Nasabnya bertemu dengan ayahnya pada Kilab bin Murrah (kakek kelima dari ayahnya dan keempat dari pihak ibunya).

Bidan yang membantu kelahiran nabi Muhammad adalah Syifa’, ibunda Abdurahman bin Auf, Sementara ibu susuan beliau pertama kali ialah Suwaibah, budak perempuan pamannya, abu Lahab, sedangkan pengasuhnya adalah Ummu Aiman, budak perempuan sang ayah, Abdullah bin abdul Muthalib.

Pada saat itu, sudah menjadi tradisi bangsawan Arab untuk menyusukan anak-anak mereka di pedalaman demi mencari udara dan suasana yang lebih baik bagi anak-anak tersebut. Halimatus Sa’diyah, istri abu Kabsyah bersedia menjadi ibu susuan bagi Muhammad kecil dan membawanya bersama bani Sa’ad dari suku Hawazin. Karena kesediaan Halimah itu, keberkahan pun diperolehnya dan juga desanya. Saat usia Nabi 4 tahun, Halimah mengembalaikan beliau ke pangkuan ibundanya. ketika berusia 6 tahun, Aminah meninggal, beliau kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, saat Muhammad berusia 8 tahun, kakeknya juga wafat. Setelah itu pengasuhannya pun berpindah ke tangan Abu Thalib, pamannya.

Demikianlah, sedari kecil beliau hidup dalam keadaan yatim piatu.

 

Sumber : Atlas Agama Islam.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: