Skip to content

Seorang Gubernur yang menjadi pesuruh

Oktober 12, 2011

Salman Al-Farisi adalah seorang gubernur yang amat sederhana. Selama ia jadi gubernur, ia tak mau digaji satu dirham pun. Meskipun seorang gubernur, ia tak malu mengerjakan pekerjaan layaknya rakyat biasa seperti menganyam keranjang dari daun kurma untuk dijual di pasar..

Pada suatu hari, ketika Salman sedang berjalan di pasar, ia didatangi seorang laki-laki Syria yang membawa sepikul buah tin dan kurma yang berat. Ketika melihat Salman yang tampak seperti pesuruh, maka orang Syria itu mendekatinya.

“Wahai saudaraku, tolong bawakan barangku ini! nanti kuberi upah bila telah sampai ke tempat tujuan,” kata orang Syria itu kepada Salman.

Tanpa banyak bicara, Salman langsung mengangkat barang itu, kemudian mereka berjalan bersama. Ditengah perjalanan mereka perpapasan dengan banyak orang yang memberi salam dan penghormatan kepada Salman.

Orang Syria itu tampak keheranan. Setelah lama, barulah orang Syria itu mengerti bahwa orang disuruh mengangkat barang ternyata Salman Al-Farisi, seorang gubernur kota Madain.

Ia menjadi gugup dan langsung meminta maaf. Ia dengan cepat hendak mengambil barang itu dari Salman, tetapi Salman menolaknya. “Jangan, Saudaraku, aku sudah berjanji mengantarkan barangmu ini sampai ke tempat tujuannya,” ucap Salman sambil terus memikul barang itu sampai ke tempat tujuan.

Pesan-pesan dalam cerita di atas adalah :

– Satu contoh pribadi yang patut untuk di tiru dari seorang pemimpin, walaupun tahta nya sebagai gubernur ia tetap hidup sederhana  dan dekat kepada rakyatnya.

– Allah lebih menyukai orang yang bekerja keras, dibanding orang yang suka meminta-minta

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: