Skip to content

Kisah raja yang mengipasi pelayannya.

Oktober 12, 2011

Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah (raja) kaum muslimin yang rendah hati. Ia tidak pernah menganggap rendah pembantunya, Pada suatu malam, ketika musim panas, ia sedang berbaring di tempat tidurnya. Ia tidak bisa tidur karena udara yang panas saat itu.  Karena ia sangat lelah setelah mengurusi urusan pemerintahan dan rakyatnya, maka ia memanggil seorang pelayan untuk mengipasinya. Tidak lama kemudian, udara mulai sejuk.  Hali ini membuat khalifah mengantuk dan ia akhirnya dapat tertidur dengan pulas.

Lama kelamaan, si pembantu itu kelelahan dan akhirnya tertidur di lantai dengan nyenyaknya. Kipas yang dipakai mengipasi khalifah terlepas dari gemgamannya.

Khalifah Umar bangun dari tidurnya karena kepanasan. Ketika ia melihat pembantunya tidur dengan pulas, ia pun mengambil kipas yang tadi terjatuh di lantai lalu mengipasi pembantunya. Tidak lama kemudian, pembantunya bangun. Ia kaget melihat khalifah sedang mengipasi dirinya.
“Maafkan aku tuan. Aku tak sengaja tertidur ketika kau perintahkan untuk mengipasi”, tuturnya penuh ketakutan.

Melihat pembantunya bangun dengan keadaan takut dan merasa malu, khalifah berkata, “Sudahlah, teruskan tidurmu. Kau juga manusia biasa seperti aku yang kegerahan ini. Aku ingin kau bisa tidur dengan lelap seperti aku kelelapan setelah kau kipasi”.

Sungguh luhur budi seorang Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Ia tidak menganggap rendah kepada pemabantunya meskipun dirinya adalah seorang Khalifah, pemimpin kaum Muslimin yang dihormati dan disegani.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: