Skip to content

Hari-hari tanpa Tembakau

Oktober 12, 2011

Setiap tanggal 31 Mei diperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia (HTTS). HTTS tiap tahun diperingati dengan berbagai cara, dimana maksud dan tujuannya adalah agar masyarakat bisa meninggalkan kebiasaan buruk yaitu merokok.

Pernah ketika tahun 2009 yang lalu, tema dari peringatan HTTS itu “Tobacco Healt Warning” atau peringatan kesehatan pada bungkus / kemasan rokok. 

Perilaku atau kebiasaan merokok telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi, dan yang terutama adalah dampak yang sangat merugikan terhadap kesehatan.

Pengendalian masalah tembakau / rokok merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat, parlemen, maupun pemerintah untuk melindungi generasi sekarang maupun yang akan datang. Komitmen bersama dari lintas sektor dan berbagai elemen akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilannya.

Untuk mengingatkan masyarakat terhadap bahaya rokok yang jatuh pada 31 Mei, Kementrian Kesehatan RI bersama dengan instansi terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Masyarakat serta Organisasi Profesi menyelenggarakan peringatan hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS).

Menurut dr.Yusharmen, D.ComH, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Ditjen P2PL Kemenkes, peringatan HTTS bertujuan untuk meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap bahaya rokok. meningkatnya gerakan masyarakat dalam mewujudkan derajat kesehatan tanpa rokok, meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat tanpa rokok, dan meningkatnya kemitraan berbagai pihak dalam mewujudkan masyarakat tanpa rokok.

Untuk itu tema peringatan HTTS kali ini adalah “Tobacco Health Warnings” atau peringatan kesehatan pada bungkus rokok. Maksudnya, peringatan kesehatan berbentuk gambar pada bungkus rokok sebagai upaya yang efektif untuk menurunkan konsumsi rokok. Makna yang ingin disampaikan dalam tema ini adalah perlunya partisipasi aktif berbagai kompoonen bangsa dalam penanggulangan masalah bahaya rokok melalui tanda peringatan kesehatan dalam bentuk gambar untuk dapat menghentikan konsumsi rokok, sehingga dapat meningkatnkan kualitas hudup dalam kehidupan bernegara.

Dijelaskan dr.Yusharmen, kendala yang dihadapi dalam menekan konsumsi rokok adalah di satu sisi kesehatan hak azasi manusia, di sisi lain cukai rokok memberi kontribusi bagi pendapatan negara. Pemerintah juga menyadari bahwa dampak negatif bagi kesehatan mayarakat tidak sebanding dengan kontribusi terhadap pendapatan negara.

Menurut data dari berbagai negara termasuk Indonesia, biaya kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat sebesar tiga kali lipat cukai yang di dapatkan. Oleh karena itu, pemerintah bersama DPR dan aktivis anti tembakau sedang menggarap RUU pengendalian dampak produk tembakau terhadap kesehatan mulai dari produksi tembakau/rokok sampai dengan konsumsi maupun ekspor/impor. Secara bertahap diharapkan pengendalian tembakau/rokok ini akan optimal untuk mencegah kehilangan peluang dalam memperbaiki kesehatan bangsa Indonesia.

Kita melihat, kecendrungan jumlah perokok di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Data Susenas tahun 1995 prevalensi perokok dewasa (>15 tahun) di Indonesia sebesar 27% (laki-laki 53%,4% dan perempuan 1,7%). Pada tahun 2001 prevalensi perokok meningkat menjadi 31,5% (laki-laki 62,2%, perempuan 1,8%). Susesnas tahun 2004 melaporkan prevalensi perokok menjadi 34,5% (laki-laki 34,5%, perempuan 65,2%). Selanjutnya hasil survey riset kesehatan dasar oleh Kemenkes melaporkan prevalensi perokok dewasa (>15 tahun) sebesar 33,08% (laki-laki 65,28%, perempuan 5,06%).

Kalau melihat tren yang berkembang di masyarakat memang dapat diartikan bahwa pemerintah harus bekerja ekstra keras untuk perlahan-lahan melakukan kebijakan yang pro kesehatan masyarakat. Sesungguhnya tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan ketentuan internasional. Yang terpenting, sudah saatnya kita mulai “mencicil” melaksanakan aturan-aturan internasional tentang pengendalian dampak merokok. Setidaknya, dengan memberlakukan peringatan dengan gambar di bungkus rokok.

 

sumber : Majalah Mediakom Kemenkes Juni 2009

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: