Skip to content

Ekosistem

Oktober 12, 2011

Di dalam lingkungan, terjadi hubungan timbal balik antar makhluk hidup, misalnya, antara siput dan daun. Siput memerlukan daun sebagai sumber makanan. Sementara itu, tumbuhan memerlukan siput untuk menyediakan karbon dioksida.  Selain terdapat hubungan antar makhluk hidup, di dalam lingkungan juga terjadi hubungan antara makhluk hidup dan benda mati di sekitarnya.

Apa itu makhluk Hidup?

Lihat dan perhatikanlah lingkungan disekitar kita. Akan ditemukan berbagai makhluk hidup dan benda mati. Sungguh sangat indah ciptaan Allah ini.

Ciri-ciri makhluk hidup :

  1. Bergerak
  2. Makan
  3. Bernafas
  4. Mengeluarkan zat sisa
  5. Peka terhadap rangsang (iritabilitas)
  6. Tumbuh dan berkembang
  7. Berkembang biak

Lingkungan dan Ekosistem

Perhatikan lingkungan tempat tinggal kita, misalnya jalan raya, kebun, atau sungai. Apakah di lingkungan itu terdapat makhluk hidup? Apakah ada juga benda mati? Pada dasarnya, setiap makhluk hidup memerlukan lingkungan sebagai tempat hidup. Lingkungan adalah segala sesuatu yang mempengaruhi pertumbuhan makhluk hidup. Didalam lingkungan terdapat makhluk hidup dan benda mati.

Di dalam lingkungan, terjadi hubungan timbal balik antarmahkluk hidup. Dalam lingkungan juga terjadi hubungan antara makhluk hidup dan benda mati di sekitarnya. Misalnya antara siput dan gas oksigen. Siput memerlukan gas oksigen untuk bernapas. Hubungan timbal balik (interaksi) antara makhluk hidup serta antara makhluk hidup dengan lingkungannya disebut ekosistem.

Apakah Ekosistem sama dengan Habitat?

Habitat merupakan bagian dari ekosistem. Akan tetapi ekosistem jelas berbeda dengan habitat. Bagi kura-kura hijau, samudera yang luas dan dalam merupakan tempat tinggalnya yang nyaman. Berbeda dengan ikan lele, baginya samudera yang luas merupakan tempat tinggal yang tidak menyenangkan. Ia tidak akan dapat bertahan hidup disana.

Setiap makhluk hidup membutuhkan tempat tinggal yang sesuai untuk bertahan hidup. Tempat ini dikenal dengan sebutan Habitat. Habitat terbentuk dari lingkungan yang mendukung makhluk hidup untuk memperoleh makanan, pasangan hidup, dan berkembang biak.

Bagaimana sebuah Ekosistem terbentuk?

Suatu ekosistem tidak harus terdiri atas daerah yang luas. Sebuah akuarium yang didalamnya terdapat ikan, tumbuhan air, dan air sudah dapat dikatakan sebagai ekosistem. Sebuah kaleng bekas yang berisi air dan jentik nyamuk pun dapat dikatakan sebagai sebuah ekosistem.

Sebua ekosistem terbentuk atas individu. Individu-individu yang sejenis akan bergabung membentuk populasi. Populasi, kemudian akan membentuk komunitas. Komunitas dan lingkungan tak hidup akan membentuk ekosistem. Suatu daerah tidak ahanya dihuni oleh satu populasi saja. Misal di laut, selain terdapat populasi ikan badut juga terdapat populasi anemon, populasi bintang laut, dan populasi hiu. Kumpulan populasi yang hidup bersama di suatu daerah dan pada suatu waktu disebut komunitas. Mereka semua saling berinteraksi dan membentuk suatu ekosistem. yaitu ekosistem air laut.

Komponen Penyusun Ekosistem :

Sebuah ekosistem terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen abiotik dan komponen biotik. Kedua komponen ini saling berinteraksi di dalam ekosistem.

1. Komponen Abiotik.

Komponen abiotik merupakan komponen  yang terdiri atas benda mati, misal sinar matahari, udara, air, suhu, dan tanah.

2. Komponen Biotik.

Komponen biotik terdiri atas semua makhluk hidup yang terdapat dalam suatu ekosistem. Komponen ini terdiri atas produsen, konsumen, dan pengurai.

a. Produsen

Produsen terdiri atas makhluk hidup autotrof. Artinya, makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri. Semua makhluk hidup yang memiliki klorofil. Contohnya tumbuhan hijau dan alga.

b. Konsumen

Konsumen terdiri atas makhluk hidup heterotrof. Artinya, makhluk hidup yang tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat membuat makanannya sendiri. Contohnya manusia dan hewan.

Berdasarkan jenis makanan yang dimakannya, hewan terbagi menjadi tiga kelompok yaitu :

– Herbivor, Adalah hewan pemakan tumbuhan. contohnya kelinci, belalang, dan sapi.

– Karnivor, adalah hewan pemakan daging atau hewan lain, contohnya kucing, burung hantu, dan harimau.

– Omnivor, adalah hewan segala, maksudnya hewan pemakan tumbuhan dan hewan lain. contohnya ayam.

c. Pengurai

Pengurai adalah makhluk hidup yang berfungsi menguraikan kembali zat-zat yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup yang sudah mati. contohnya jamur dan beberapa jenis bakteri.

Hubungan saling ketergantungan.

apakah makhluk hidup di ekosistem dapat hidup sendirian?

Setiap makhluk hidup bergantung pada makhluk hidup yang lain dan lingkungannya. Kita membutuhkan bantuan orang lain agar dapat hidup. Kita juga tentu membutuhkan oksigen agar dapat bernapas. Ini berarti makhluk hidup tidak dapat hidup sendirian. Seharusnya kita merasa bersyukur karena bumi dimana kita hidup diciptakan oleh Allah agar kita dapat menikmati bersihnya udara, air, dan sinar matahari. Untuk itu mari kita bersama-sama menjaga selalu kelestarian bumi ini.

 

Dirangkum dari : Ensiklopedi IPA (Amalia Husna Marwan)

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: